Personil Gabungan Tertibkan Area Pelabuhan Bakauheni

LAMPUNG – Personil gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lampung Selatan, Bantuan Kendali Operasi TNI Angkatan Laut Bakauheni, Sekuriti Pelabuhan Bakauheni, melakukan penertiban area pelabuhan Bakauheni dari pedagang asongan tidak berizin dan tidak sesuai zona yang ditentukan, pengemis dan pencari penumpang tanpa identitas resmi.

Langkah tegas bahkan dilakukan dengan mengangkut barang dagangan dan mengamankan orang tanpa identitas resmi yang berada di area pelabuhan.

Penertiban pedagang asongan yang melapak di area terminal antar moda Pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Hendry Gunawan, selaku kepala seksi operasi Satpol PP Kabupaten Lampung Selatan menyebut, razia gabungan tersebut dilakukan untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat di sekitar pelabuhan Bakauheni yang dikelola oleh PT. ASDP Indonesia Ferry dan pengguna jasa pelayaran yang akan naik kapal.

Personil gabungan dengan sebanyak 15 personil Satpol PP Lampung Selatan dan gabungan dari petugas keamanan pelabuhan, disebutnya menyisir sejumlah lokasi di area pelabuhan di antaranya terminal antarmoda, dermaga 1 hingga dermaga 6.

Hendry Gunawan mengaku dalam penertiban tersebut berhasil diamankan sebanyak 3 orang dengan gangguan jiwa atau disebut orang gila yang ada di area dermaga, sejumlah tenda darurat milik pedagang asongan serta gubuk gubuk liar di area dermaga 5 dan dermaga 6 yang berada di dekat akses menuju Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Langkah yang kita lakukan merupakan kelanjutan dari langkah persuasif yang dilakukan oleh pihak ASDP dengan memberikan imbauan namun tidak diindahkan. Selanjutnya kita lakukan tindakan tegas membongkar gubuk liar dan membakarnya setelah pemilik diberi pengertian,” terang Hendry Gunawan selaku kepala seksi operasi Satpol PP Kabupaten Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News dalam proses penertiban di area pelabuhan Bakauheni tersebut, Kamis (28/12/2017).

Gubuk liar di sekitar dermaga 5 dan 6 dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak dipergunakan oleh pedagang asongan [Foto: Henk Widi]
Operasi cipta kondisi di lingkungan pelabuhan tersebut dengan melakukan pemeriksaan sejumlah pedagang asongan dengan zona zona yang sudah ditetapkan. Ia menyebut tujuan dilakukannya kegiatan tersebut untuk memberi rasa nyaman kepada masyarakat dan pengguna jasa yang ada di area pelabuhan Bakauheni.

Hendry Gunawan menyebut, selain di area pelabuhan Bakauheni Satpol PP Lampung Selatan akan melakukan operasi cipta kondisi jelang pergantian tahun dengan potensi gangguan terutama pada malam hari dengan melakukan razia di sejumlah warung-warung yang menjual minuman keras dan juga berpotensi menjadi lokasi keberadaan penyakit masyarakat di antaranya perjudian, prostitusi dan minuman keras.

“Tujuan umumnya untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat dengan sasaran agar tidak ada penjual minuman keras dan saat malam pergantian tahun baru berjalan dengan aman,” beber Hendry Gunawan.

Zulhadi, salah satu petugas dari PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut dari ratusan pedagang asongan yang diizinkan berjualan di area dermaga sudah dibagi dalam beberapa shift dan memiliki izin sekaligus mendapatkan seragam dan juga kartu identitas. Namun dalam perkembangannya banyak pedagang asongan yang “melapak” bahkan mendirikan gubuk-gubuk terutama di area dermaga 6 sehingga menciptakan kesan kumuh.

Langkah imbauan sebelumnya sudah disampaikan melalui penanggungjawab pedagang asongan yang ada di dermaga, namun sebagian tidak diindahkan termasuk keberadaan orang dengan gangguan jiwa yang berada di areal pelabuhan sehingga mengganggu pengguna jasa.

Tindakan tegas membongkar dan membakar tenda darurat sebagian dari kardus tersebut agar tidak dipergunakan untuk aktivitas negatif dan untuk memberikan kenyamanan serta ketertiban di area dermaga terutama saat arus liburan.

Lihat juga...