Pertamina: BBM dan LPG Akhir Tahun, Aman

JAKARTA – PT. Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) baik yang bersubsidi maupun non subsidi di seluruh wilayah Indonesia dipastikan cukup aman selama Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Pertamina juga memastikan bahwa stok ketersediaan Liquid Petroleum Gas (LPG) baik yang bersubsidi maupun non subsidi juga cukup aman.

Demikian pernyataan yang disampaikan secara langsung oleh Mochammad Iskandar, Direktur Pemasaran PT. Pertamina (Persero) saat melakukan telekonferensi atau wawancara jarak jauh dengan sejumlah wartawan terkait seputar persiapan Pertamina jelang datangnya Natal dan Tahun Baru.

Telekonferensi jarak jauh tersebut dilakukan secara langsung karena Direktur Pemasaran Pertamina beserta jajaran hari ini sedang berada di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Rewulu, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedangkan pejabat Pertamina lainnya, masing-masing Gigih Wahyu Hari Irianto, Basuki Trikora Putra dan Adiatma Sardjito bersama sejumlah wartawan berada di Kantor Pusat Pertamina, Gambir, Jakarta Pusat.

Mochammad Iskandar mengatakan, Pertamina mulai melaksanakan kegiatan Satuan Tugas (Satgas) dalam rangka mengantisipasi datangnya Natal dan Tahun Baru. Tim Satgas mulai bekerja sejak 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018 mendatang. “Kami memprediksi bahwa puncak arus balik dalam rangka Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 diperkirakan akan terjadi pada tanggal 1 hingga 2 Januari 2018,” jelasnya di Rewulu, Yogyakarta, Jumat (15/12/2017).

Mochammad Iskandar juga menjelaskan kepada wartawan bahwa secara umum berdasarkan pengalaman Natal dan Tahun Baru sebelumnya, rata-rata penggunaan BBM jenis Gasoline seperti Premium cenderung mengalami kenaikan sebesar 2 persen.

Sedangkan penggunaan BBM Gasoline dengan level yang lebih tinggi seperti Pertalite, Pertamax maupun Pertanax Plus rata-rata diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 7 persen. Penggunaan BBM solar atau Gasoil justru cenderung mengalami penurunan sebesar 6 persen.

Mochammad Basuki juga memprediksi bahwa penggunaan LPG baik yang bersubsidi maupun non subsidi rata-rata terjadi peningkatan sebesar 3 hingga 5 persen. Pertamina juga telah menyiapkan antisipasi terkait tingginya penggunaan LPG. Peningkatan LPG diperkirakan meningkat rata-rata sebesar 5 persen.

Ada sejumlah provinsi yang diwaspadai dan dimonitor oleh Pertamina, khususnya daerah-daerah yang penduduknya kebanyakan atau secara mayoritas banyak yang merayakan Natal. Diantaranya Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Ambon, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertamina memperkirakan bahwa permintaan akan BBM maupun LPG di daerah tersebut mengalami kenaikan sebesar 10 persen.

Pertamina juga melakukan pengawasan dan monitoring terhadap sejumlah tempat atau lokasi tujuan Wisata. Misalnya di Sumatera Barat, Yogyakarta, Berastagi, Puncak, Danau Toba, Malang maupun Kota Batu.

Pertamina telah menyiapkan sejumlah kantong-kantong stok BBM khususnya di sejumlah lokasi rawan kemacetan, misalnya seperti di Puncak, Bogor, Jawa Barat dan di sepanjang jalan tol yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Lihat juga...