Pertamina: Ketersediaan LPG 3 Kilogram Aman

Editor: Satmoko

91
Direktur Pemasaran PT. Pertamina Muchammad Iskandar (kiri) saat jumpa pers di Gedung Pertamina Jakarta. Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – PT. Pertamina (Persero) Tbk telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) mulai tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Indonesia serta Hiswana Migas. Salah satu tujuannya untuk menjamin kelancaran distribusi serta kecukupan ketersediaan pasokan Liquid Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram. Khususnya dalam momen akhir tahun.

Pertamina bersama unsur terkait  juga sudah melakukan pemeriksaan dengan turun langsung ke lapangan, operasi pasar dan penambahan pasokan di sejumlah titik atau lokasi yang diprediksi terjadi kelangkaan pasokan, khususnya di awal Desember 2017. Menjawab kondisi tersebut, pihak Pertamina menjamin dan memastikan bahwa ketahanan LPG dalam kondisi aman, jauh di atas stok 11 hari.

Direktur Pemasaran PT. Pertamina Muchammad Iskandar mengatakan, pada masa libur panjang di akhir pekan awal Desember 2017 sempat terjadi peningkatan permintaan kebutuhan LPG ukuran 3 kilogram bersubsidi di sejumlah wilayah.

“Kelangkaan sempat terjadi di wilayah Depok, Bogor dan sebagian wilayah Ibukota Jakarta, namun berdasarkan pantauan Pertamina stok ketersediaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram masih cukup aman,” jelasnya, saat jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Gambir, Jakarta Pusat.

Menurut Muchammad Iskandar, walaupun di beberapa lokasi sempat terjadi permintaan yang tinggi akan kebutuhan LPG ukuran 3 kilogram, namun ternyata ada sejumlah lokasi yang bisa dibilang masih sepi permintaan akan LPG 3 kilogram. Sejauh ini, operasi pasar yang dilakukan  Pertamina  misalnya di wilayah Paledang, Bogor, Jawa Barat.

Pertamina memprediksi tingginya permintaan terhadap LPG 3 kilogram yang bersubsidi tersebut disebabkan banyaknya penyimpangan penggunaan LPG yang tidak sesuai  peruntukan. Banyak temuan LPG 3 kilogram yang justru dipergunakan untuk rumah makan atau restoran, laundry, genset, pemanas air dan rumah tangga yang sebenarnya termasuk dalam kategori mampu atau golongan menengah ke atas.

Berdasarkan data penyaluran harian LPG 3 kilogram bersubsidi, hingga Maret 2017 realisasi pemyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi telah mencapai 5,750 Metrik Ton atau mencapai 93 persen dari seluruh kuota yang ditetapkan Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 yaitu sebesar 6,199 juta Metrik Ton.

Pihak Pertamima memprediksi, sampai akhir tahun 2017, penyaluran LPG ukuran 3 kilogram yang bersubsidi berpotensi melebihi kuota yang sebelumnya telah ditetapkan Pemerintah. Kelebihan kuota permintaan LPG 3 kilogram diperkirakan mencapai 1,6 persen dari total kuota yang sebelumnya telah dianggarkan dan ditetapkan Pemerintah berdasarkan APBN-P 2017.

Komentar