Pesta Kembang Api Semarakkan Perayaan Natal di Ambon

AMBON – Pesta kembang api serta konvoi kendaraan bermotor mewarnai perayaan Natal di Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, Senin (25/12/2017) dini hari. Nyala dan letusan kembang api mulai terlihat dan ramai mewarnai langit Kota Ambon, tepat pukul 00.00 WIT.

Sekitar 30 menit sebelum pesta kembang api, situasi dan kondisi Kota Ambon tampak lengang. Masyarakat lebih memilih berada di rumah untuk berdoa bersama keluarganya masing-masing. Namun demikian, sesekali masih terdengar letusan kembang api yang ditembakkan ke angkasa.

Sebelumnya ribuan umat Krsitiani dari berbagai denominasi memadati gedung gereja, Balai Kerohanian (BK), Kathedral dan Paroki, sejak Minggu (24/12/2017) petang hingga malam untuk mengikuti ibadah persiapan menyambut Natal. Tepat pukul 00.00 dentuman kembang api diselingi petasan terdengar silih berganti menandai suka cita umat Kristiani menyambut peristiwa Juru Selamat dunia, terdengar di seluruh penjuru Kota Ambon.

Pesta kembang api dan petasan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut membuat angkasa di ibu kota provinsi Maluku tertutupi kabut asap. Anak-anak di beberapa sudut kota juga terlihat asik menembakkan meriam yang terbuat dari kaleng bekas, membuat suasana malam Natal tersebut menjadi meriah.

Warga juga turun ke jalan-jalan utama di Kota Ambon untuk merayakan sukacita dan kegembiraan Natal dengan menyalakan kembang api dan petasan. Banyak warga berkonvoi dengan kendaraan bermotor berknalpot bising, membuat arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama di Ambon menjadi macet.

Ratusan personel Polri dibantu TNI yang telah bersiaga sejak Minggu (24/12/2017) petang, terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, guna mencegah kemacetan, sekaligus mengimbau warga untuk tidak melakukan aksi balapan. Pada ruas jalan tertentu, aparat kepolisian dan TNI membarikade jalan dan menutup akses bagi kendaraan bermotor dari kawasan luar kota agar tidak masuk ke pusat kota.

Ruas jalan yang ditutup diantaranya pertigaan kawasan Mardika-Batu Merah, Kecamatan Sirimau serta pertigaan Batu Gantung, Talake dan Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe. Kebijakan tersebut membuat warga dari luar kota yang menggunakan kendaraan bermotor tertahan dan tidak bisa masuk ke pusat kota.

Lihat juga...