Piutang Rastra di Sulut Rp7,9 Miliar

68

MANADO – Piutang beras masyarakat sejahtera (rastra) 2017 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup tinggi, yakni mencapai Rp7,9 miliar.

“Piutang ini harus ditagih, karena menjadi hutang terhadap negara,” kata Kepala Perum Bulog Divre Sulut, Eko Pranoto, di Manado, Kamis (7/12/2017).

Eko mengatakan, pihaknya berharap piutang rastra ini dapat dilunasi oleh kabupaten dan kota. Karena itu, dia berharap, dengan adanya program baru tahun depan, yakni rastra gratis, pemerintah kabupaten/kota dapat dilunasi piutangnya tahun ini.

“Memang masih ada piutang sebesar Rp7,9 miliar, kami harap bulan ini dilunasi,” ujarnya.

Biasanya, piutang tidak berada di tingkat masyarakat penerima, tapi pada petugas di lapangan. “Bulog hanya mengantarkan beras sampai ke titik distribusi, sedangkan penyalurannya diserahkan langsung pada petugas di desa atau kelurahan,” jelasnya.

Sehingga, pihaknya mendorong kabupaten/kota menuntaskan pembayaran beras rastra. “Kita berharap, 2017 ini kita tuntaskan sebelum tahun anggaran berakhir,” paparnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Jenny Karouw, mengatakan, pihaknya mendapat banyak laporan terkait adanya kendala penyaluran yang ada di lapangan.

“Masih ada banyak kendala di lapangan, kami harap koordinasi lebih baik lagi. Kadang teman-teman di kabupaten/kota belum mendapat informasi yang maksimal, sehingga pelaporan kurang lancar,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata dia, penyaluran beras mesti dilakukan secepatnya, dikarenakan kondisi cuaca diakhir tahun sering tidak menentu.

“Sulut memiliki daerah yang spesifik, khususnya daerah kepulauan, karena itu kita harus mengantisipasi kondisi yang akan terjadi. Misalnya, curah hujan tinggi, angin kencang dan gelombang,” ujarnya.

Belum lagi, lanjut dia, distribusi dapat terhalang bilamana kapal pengangkut mengalami kerusakan teknis. “Untuk kepulauan kendala kapal rusak bisa terjadi, sehingga pelayaran terganggu dan menganggu diatribusi barang dan jasa. Kami juga sudah laporkan distribusi pada menteri perdagangan, tapi tentunya kita harus bersinergi,” tambahnya. (Ant)

Komentar