Pokdakan Mina Kerabat Sukaraja Integrasikan Perikanan, Peternakan dan Pertanian

LAMPUNG — Musim hujan di wilayah Lampung Selatan menjadi berkah bagi para pembudidaya ikan di Desa Sukaraja Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

Musim hujan membuat ketersediaan air mencukupi kebutuhan kolam ikan air tawar di wilayah tersebut. Hal ini diungkapkan Suyanto (55), salah satu pengurus kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Kerabat Desa Sukaraja, Kecamatan Palas.

Pada pengembangan tahap awal Pokdakan Mina Kerabat memiliki sebanyak 10 petak. Terdapat kolam berukuran 20 meter x 20 meter sebanyak 5 petak dan kolam ukuran 10 x 30 sebanyak 5 petak.

Petak kolam berbagai ukuran tersebut diakuinya ditebar ikan nila sebanyak 12.000 ekor, ikan bawal sebanyak 2.000 ekor, ikan lele sebanyak 3.000 ekor, ikan patin sebanyak 10.000 ekor dan ikan gurame sebanyak 5.000 ekor. Sebagian ikan-ikan itu sudah dipanen sehingga beberapa kolam dikosongkan.

“Pengembangan budidaya perikanan menjadi penghasilan tambahan bagi anggota pokdakan mina kerabat yang dalam kesibukan sehari hari bekerja sebagai petani padi dan pekebun pisang sehingga sumber penghasilan warga beragam mulai dari mingguan hingga bulanan,” ujar Suyanto saat ditemui Cendana News di areal kolam budidaya ikan air tawar, Kamis (14/12/2017)

Pokdakan Mina Kerabat dibina oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan. Pada tahap awal masih mempergunakan bibit dari wilayah Metro, seperti bibit lele, bawal.

Ada juga bibit dari Probolinggo Lampung Timur, seperti bibit gurame dan patin. Penebaran tahap pertama menggunakan sistem pembelian mandiri. Dukungan dalam penyediaan bibit dari DKP diakui Suyanto akan diterima pada pertengahan Desember dengan alokasi bibit sebanyak 10.000 benih ikan patin.

Sebagai persiapan untuk alokasi bantuan bibit sebanyak 10.000 benih ikan patin sebanyak dua kolam sudah dikosongkan. Sambil menunggu bantuan benih ikan tiba, dilakukan proses pengeringan dan penebaran dolomit. Proses ini untuk menurunkan tingkat keasaman air yang akan digunakan untuk budidaya selanjutnya.

Selama menunggu bantuan bibit tiba, Suyanto mampu memproduksi pakan berbahan baku bekatul, keong,nutrisi tambahan dengan stok sebanyak 1 ton.

Omzet budidaya ikan air tawar pada panenan pertama cukup besar. Untuk jenis ikan patin saja dengan harga jual Rp12.000 per kilogram. Ikan patin yang dipanen seberat 4.000 kilogram.

Total panen ikan patin ini menghasilkan sebanyak Rp48 juta. belum termasuk hasil panen ikan jenis lain di antaranya ikan lele, bawal, nila diperkirakan omzet lebih dari Rp50 juta.

“Keuntungan belum maksimal sehingga kami melakukan upaya pembuatan pakan. Saat ini kami mulai mengembangkan peternakan bebek penghasil telur dan pemanfaatan tanggul untuk budidaya tanaman jeruk,” beber Suyanto.

Menurut Suyanto pengembangan sistem integrasi perikanan, peternakan, perikanan tersebut memanfaatkan peluang lahan yang masih luas. Sehingga di dalam lahan tersebut dilakukan budidaya jeruk jenis siam Banyuwangi yang cocok dikembangkan di wilayah Palas.

Pengembangan jeruk siam banyuwangi diakuinya cukup terbantu dengan peternakan bebek dengan kotoran kering yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Selain pemberian pupuk organik tersebut penanaman tahap awal sebanyak 800 batang tersebut juga diberikan pupuk organik bantuan ke petani.

Pada bagian lahan kolam saat ini pengembangan ternak bebek juga dilakukan sejak sebulan terakhir. Pihaknya memiliki 200 ekor bebek. Suyanto memanfaatkan lahan kolam sebagai tempat untuk berkumpul dan berenang.

Sementara untuk sumber pakan bebek tersebut digembalakan di lahan pertanian pasca panen untuk mencari pakan keong mas serta padi sisa panen.

Hingga saat ini berkat budidaya bebek tersebut dalam sehari untuk tahap awal bebek tersebut mulai bertelur dengan rata rata per hari bertelur sebanyak 50 butir dengan harga jual Rp2.500 per butir.

“Potensi yang besar dengan lahan yang luas membuat Pokdakan Mina Kerabat yang anggotanya juga sebagian petani dengan mengembangkan ternak bebek dan pertanian jeruk siam banyuwangi,” beber Suyanto.

Dengan integrasi perikanan,peternakan dan pertanian diharapkan petani di wilayah tersebut memaksimalkan sumber pendapatan dengan potensi ketersediaan pasokan air untuk pembuatan kolam ikan air tawar.

Pengembangan perikanan diakui Suyanto sekaligus memberinya ilmu dalam penyediaan pakan buatan. Ini berfungsi meningkatkan produktivitas hasil budidaya ikan miliknya dan mengurangi biaya produksi pakan dibanding membeli.

Suyanto di kandang bebek yang tepat berada di dekat kolam ikan air tawar milik Pokdakan Mina Kerabat -Foto: Henk Widi.
Lihat juga...