Polisi Mulai Rekayasa Lalin di Jalinsum

LAMPUNG — Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan, mulai melakukan rekayasa lalu lintas di pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bakauheni, setelah arus kendaraan mulai mengalami kenaikan dari arah Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera dan sebaliknya.

Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi, M. Syarhan, menyebut rekayasa lalu lintas sistem contra flow dilakukan di pintu masuk dan keluar Pelabuhan Bakauheni, tepat di bawah flyover Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Jalan Lintas Sumatera.

Kasatlantas Polres Lamsel, AKP Rafli Yusuf Nugraha (kiri) dan Kapolres Lamsel, AKBP Syarhan, saat penerapan contra flow di Jalinsum menuju Pelabuhan Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
AKBP Syarhan, didampingi Kepala Satlantas Polres Lamsel, AKP Rafli Yusuf Nugraha, menyebut puluhan personel Satlantas Polres Lampung Selatan diterjunkan berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni untuk menyiapkan 70 water barrier, serta trapikun serta tali tambang sebagai pembatas untuk melakukan rekayasa lalu lintas sepanjang 3 kilometer hingga ke Way Baka Bakauheni, dengan lokasi akses jalan pertemuan antara Jalan Lintas Timur Sumatera dan Jalan Lintas Sumatera.

“Penerapan fasilitas untuk rekayasa lalu lintas sudah dilakukan dengan pemasangan trapikun dan water barrier sebagai pembatas di jalur keluar Pelabuhan Bakauheni, agar kendaraan yang masuk dan keluar dari pelabuhan Bakauheni saat arus liburan dan pergantian tahun tetap lancar,” terang AKBP M. Syarhan, saat ditemui Cendana News di Jalan Lintas Sumatera KM 02 Bakauheni Lampung Selatan, Kamis (28/12/2017) sore.

Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, kata mantan Kapolres Pesawaran, dilakukan melihat arus kendaraan yang mulai meningkat dari Pulau Sumatera dan sebaliknya, sekaligus melihat data dari PT. ASDP Indonesia cabang Bakauheni yang mencatat masih ada sekitar 7.000 kendaraan berbagai jenis yang masih ada di Pulau Sumatera dan belum kembali ke Pulau Jawa.

Prediksi lonjakan arus balik liburan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa yang akan terjadi pada Jumat (29/12) hingga Sabtu (30/12), disebutnya sudah diantisipasi oleh Polres Lamsel dengan penyiapan personel di pertigaan Menara Siger dan Jalinsum untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pertigaan Menara Siger sebagai salah satu objek wisata dan titik merayakan malam pergantian tahun baru 2018, pada Minggu (31/12) malam juga akan dijaga oleh personel polisi, agar tidak terjadi penumpukan di pertigaan tersebut.

Penggunaan pembatas jalan tersebut diharapkan akan mampu mengurai kemacetan lalu lintas dengan membagi jalan yang semula dua jalur, dipisahkan menjadi tiga jalur, terutama pada jalur keluar yang semula satu jalur disekat menjadi dua jalur, agar bisa dipergunakan untuk kendaraan dari Jalan Lintas Sumatera menuju Pelabuhan Bakauheni.

Pada jalur masuk menuju Pelabuhan Bakauheni, jalur khusus untuk kendaraan roda dua akan dibuat memudahkan pengendara untuk langsung menuju ke loket pembelian tiket kendaraan roda dua di toll gate Pelabuhan Bakauheni. Demikian juga untuk kendaraan pribadi dan bus.

Selain melakukan rekayasa lalu lintas mempergunakan water barrier dan trapikun sepanjang 3 kilometer, polisi juga memastikan telah menyiapkan tim urai kemacetan dari Satlantas Polres Lampung Selatan.

Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk memberi kelancaran kepada pengendara kendaraan pribadi, kendaraan roda dua yang akan menuju ke Pelabuhan Bakauheni dan akan keluar dari Pelabuhan Bakauheni.

AKBP M. Syarhan, juga mengatakan, upaya sterilisasi juga telah dilakukan oleh Satlantas Polres Lampung Selatan dengan melakukan pelarangan kendaraan truk parkir di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Skenario pelarangan truk menuju pelabuhan Bakauheni, menurut Kapolres, juga akan dilakukan dengan melakukan pengantongan kendaraan truk nonsembako, jika terjadi kepadatan arus kendaraan dengan menyiapkan lokasi parkir di sejumlah rumah makan yang ada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

Pelarangan tersebut bersifat sementara pada saat arus padat dan terjadi kemacetan dan akan dibuka saat arus kendaraan mulai terurai, sehingga prioritas diberikan kepada kendaraan milik masyarakat yang berlibur.

Lihat juga...