Pos Sehat Makassar Melayani Lansia Seperti Keluarga Sendiri

Editor; Irvan Syafari

94
Seorang lansia menunggu hasil pemeriksaan dokter Khaidir (kanan)/Foto; Nuurl Rahmatun Ummah.

MAKASSAR — Ruangan itu luasnya sekitar 4 x 5 meter dan terletak di sisi kanan Kantor Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakukang ini. Walaupun terbilang sempit untuk pelayanan masyarakat tetapi fungsinya besar sebagai pos sehat.

Warga tampak antusias mengikuti pengobatan gratis yang rutin digelar setiap hari Selasa. Kebanyakan yang memenuhi pos sehat ini adalah para warga lansia yang memeriksakan kesehatan mereka.

Pos Sehat sejak 2011 ini sangat membantu para warga. Terlebih lagi para lansia yang tidak dapat berpergian jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas. Jarak Puskesmas antara Kelurahan Sinrijala, juga terbilang jauh.

Menurut Maryati salah satu warga lansia di Kelurahan Sinrijala sangat terbantu dengan adanya Pos Sehat ini. Dia sendiri setiap selasa rutin memeriksakan serta mengukur hipertensinya.

“Dengan adanya pos sehat ini saya merasa terbantu setiap Selasa saya rutin memeriksakan tekanan darah serta tensi saya ke pos sehat ini. Selain itu saya juga tidak perlu berjalan jauh untuk ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan,” ujar Maryati, beberapa waktu lalu.

Pos sehat ini tidak cuma hadir di Kelurahan Sinrijala saja, melainkan di lima titik yang berbeda di Kota Makassar. Kelima titik ini juga memiliki kondisi yang sama yaitu puskesmas yang jauh. Sehingga warga kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Dengan Mengandalkan 3 tenaga medis yang terdiri dari perawat, apoterker, serta dokter. Pos sehat milik dompet duafa ini rutin di buka setiap hari pada tempat yang berbeda-beda. Contohnya saja Kampung Baru, Jongngaya, Tallo daerah tersebut merupakan daerah yang jauh dari Puskesmas.

Lurah Sinrijala M. Syarifudin mengaku kehadiran pos sehat membatu para warganya. “Yang paling saya kasihani para nenek yang ada di sini yang tidak bisa jalan jauh. Masa hanya mau cek masalah tensi harus datang jauh-jauh ke Puskesmas?” ujar Syarifuddin.

Suasana pos sehat. Ruangan tampak sempit. Namun ini hanya fasilitas kesehatan ini tersedia bagi warga yang tidak bisa berpergian jauh/Foto: Nurul Rahmatun Ummah.

Dokter sukarelawan dengan ikhlas memeriksan pasien yang rata-rata para orang tua, yang datang ke pos sehat ini untuk memeriksakan gangguan hipertensinya. Kebanyakkan dari para lansia ini memilik tekanan darah yang tinggi. Pemicunya karena faktor makanan yang di komsumsi setiap harinya.

Tidak hanya gangguan hipertensi saja para orang tua ini juga banyak yang mengeluh tentang penyakit gangguan pada syaraf, serta rematik. Sehingga ketika tim tenaga medis memeriksakan kesehatan para orang tua tersebut, tim tenaga medis juga mensosiallisasikan makanan apa yang cocok untuk di komsumsi oleh para lansia ini.

Khaidir, salah seorang dokter suka relawan di pos sehat mengaku tidak dibayar. Menurut dia mengobati para orang tua disini merupakan ladang amalnya. Tenaga medis melayani para kakek dan nenek bagaikan keluarga mereka sendiri.

“Saya sudah menganggap para orang tua di sini sebagai orang tua saya sendiri oleh sebab itu saya tertarik menjadi dokter suka relawan. Selain itu juga untuk mengamalkan ilmu saya” jelas Khaidir.

Para relawan Pos Sehat/Foto; Nurul Rahmatun Ummah.

Komentar