Posdaya Dirikan Toko Berjejaring Milik Rakyat

YOGYAKARTA – Kabupaten Kulonprogo dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki konsep tersendiri dalam mengelola dan menata toko modern berjejaring. Di kabupaten sebelah barat Yogyakarta ini tak akan ditemui toko-toko berjejaring dengan merk dagang tertentu yang selama ini sudah dikenal sangat luas. 

Semua toko modern berjejaring di Kulonprogo berdiri dengan brand toko asli daerah, yakni Tomira atau Toko Milik Rakyat. Konsepnya semua pusat perbejalanjaan atau toko modern yang jaraknya kurang dari 1 km dari pasar tradisional harus bekerja sama dengan koperasi, untuk bisa tetap beroperasi.

Dengan konsep yang diatur lewat peraturan daerah atau perda itu, koperasi unit desa (KUD) dimungkinkan mengakuisisi kepemilikan toko modern berjejaring dengan mengubahnya menjadi Tomira. Inovasi tersebut sekaligus memberikan peluang bagi semua produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) asal Kulonprogo, untuk memasarkan produknya di setiap toko modern berjejaring Tomira.

Namun, siapa sangka, munculnya rintisan konsep penataan toko modern berjejaring Kulonprogo pada 2011-2012 itu, salah satunya berkat andil Posdaya. Hal itu diungkapkan salah seorang penggerak Posdaya Kabupaten Kulonprogo, Subardiah.

Wanita yang juga menjadi ketua Posdaya Binangun Sejahtera, Dusun Gunung Gempal, Giripeni, Wates, itu bahkan menilai awal konsep Tomira muncul karena Posdaya.

“Awalnya, pendirian Tomira itu untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui unit-unit usaha yang telah dibentuk dan dikembangkan posdaya. Jadi, setiap UMKM binaan posdaya diberikan kesempatan menjual atau memasarkan produk unggulan di salah satu Tomira daerah Wates,” katanya.

Menurut Bardiah, tak hanya membantu dalam hal pemasaran, Tomira juga menjadi semacam tempat grosir bagi pelaku-pelaku usaha kecil binaan posdaya. Setiap warga masyarakat dapat kulakan (membeli dengan harga murah) produk-produk kebutuhan sehari-hari untuk dijual lagi di rumahnya masing-masing. Hal ini bertujuan, agar masyarakat dapat memiliki tambahan penghasilan.

“Jadi, dulu banyak warga di Dusun Gunung Gempal binaan posdaya di sini yang kulakan barang kebutuhan sehari-hari di Tomira dengan harga khusus yang lebih rendah. Setelah itu dijual lagi. Ini sangat membantu warga dusun ini khususnya yang berpenghasilan rendah, agar memiliki tambahan pendapatan. Sehingga ekonomi mereka terangkat,” katanya.

Dikatakan Bardiah, dampak nyata keberadaan Tomira dengan dua fungsi tersebut yang dirasakan ialah tumbuh suburnya berbagai usaha kecil di desanya. Hal itu dikatakan juga menjadi sebuah sinergi positif dengan berbagai program peningkatan ekonomi masyarakat yang dijalankan posdaya. Baik itu pelatihan maupun pemberian bantu modal dari koperasi.

“Sampai sekarang, masih banyak UMKM binaan posdaya yang memasarkan produknya di Tomira. Meskipun Tomira sudah tidak bisa untuk kulakan lagi,” katanya.

Lihat juga...