Posdaya Madu, Galakkan Program Ramah Lansia

MALANG – Banyaknya warga yang sudah memasuki usia lanjut di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menjadi fokus utama dari Posdaya Madu untuk segera memberikan perhatian terutama kepada para lansia yang kurang dalam hal ekonomi dan sudah tidak lagi mandiri.

Sesuai dengan program yang diusung di Kelurahan Tasikmadu yakni Ramah Lansia, Posdaya Madu bersama Posyandu Lansia dan berbagai elemen masyarakat memberikan perhatian dan pelayanan terhadap para lansia.

Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan berupa penimbangan berat badan, pengukuran lingkar perut dan pengukuran tekanan darah saja, Posyandu Lansia juga menyediakan konsultasi kesehatan dari tenaga kesehatan Puskesmas serta memberikan makanan ringan untuk lansia.

Pemeriksaan kesehatan lansia. Foto: Istimewa

“Kemudian kami juga melakukan pemeriksaan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat tapi dengan harga yang terjangkau,” jelas anggota Posdaya Madu, Utari Widyaningsih, kepada Cendana News.

Utari melanjutkan, program di Kelurahan Tasikmadu berupa ramah lansia juga ditambahkan dengan adanya senam lansia setiap hari Minggu dan kelas hipertensi di beberapa Posyandu. Kemudian ada juga taman lansia yang berada di RW 6 dan di tingkat kelurahan, serta taman toga.

“Kami juga sudah menyediakan sebuah tempat dimana di sana ditempatkan barang-barang lama yang berfungsi untuk mengingatkan kita dengan masa lalu, sehingga hal tersebut bisa mencegah kepikunan,” ucapnya. Ada pula ruang karaoke yang bisa dimanfaatkan para lansia untuk berkaraoke.

Senam lansia. Foto: Istimewa

Menurut Utari, keberadaan fasilitas tersebut memang sengaja dihadirkan di Kelurahan Tasikmadu dengan mengadopsi berbagai fasilitas yang ada di Senior Centre Rumah Sakit Jiwa guna memberikan pelayanan yang optimal kepada para lansia.

Lebih lanjut Utari menyampaikan, ada beberapa program lagi yang sudah pernah dilakukan yakni mengajak jalan-jalan lansia yang memang ekonominya kurang dan sudah tidak mandiri, dalam arti sudah tidak bisa lagi berkegiatan tanpa bantuan orang lain.

“Jadi kami menyediakan kursi roda dan meminta ijin kepada keluarganya untuk mengajak para lansia tersebut jalan-jalan. Meskipun waktu itu jalan-jalannya hanya di alun-alun kota Malang tapi alhamdulillah mereka semua terlihat senang dan bahagia,” akunya.

Sementara itu, Utari mengakui, saat ini kegiatan yang dilakukan Posdaya Madu belum berupa pemberdayaan karena memang lebih banyak kepada memberikan pelayanan terhadap lansia yang sudah tidak mandiri dan ekonominya kurang mampu.

“Program pemberdayaan ini sebenarnya sangat diperlukan karena saya melihat orang-orang yang sudah masuk usia pralansia biasanya kegiatannya sudah banyak berkurang. Hal inilah yang sebenarnya perlu difasilitasi,” terangnya.

Misalnya saja orang-orang usia 50 tahun ke atas bisa diajarkan untuk membuat suatu produk yang mudah dibuat dan secara umum tidak memerlukan keahlian khusus. Tapi bisa menghasilkan sesuatu sehingga mereka bisa produktif dan hidup lebih bahagia serta sejahtera.

Program jalan-jalan bersama lansia. Foto: Agus Nurchaliq
Lihat juga...