Posdaya Madu Waspadai Gejala Penyakit Kejiwaan pada Lansia

MALANG — Pelupa atau kepikunan merupakan salah satu gejala yang umum didapati pada penderita penyakit jiwa. Dimana gejala pelupa ini juga kerap di jumpai pada orang yang sudah berusia lanjut.

Hal ini yang kemudian menjadi fokus dari Posdaya Madu yang berlokasi di kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang untuk bisa segera diberikan perhatian.

Melalui program Mitra Jiwa hasil kerjasama Kelurahan Tasikmadu dengan Rumah sakit jiwa, para kader diberikan pelatihan untuk mengenali beberapa gejala penyakit jiwa seperti depresi, stres dan pelupa.

“Setelah mendapatkan materi pelatihan, kami diminta untuk di setiap posyandu agar melakukan identifikasi terhadap masyarakat yang memiliki gejala-gejala penyakit kejiwaan tersebut, terutama pada para Lansia (Lanjut Usia) yang kurang dalam segi ekonomi,” jelas salah satu anggota Posdaya Madu, Utari Widyaningsih, kepada Cendana News.

Usai melakukan identifikasi dan ditemukan beberapa pasien yang diduga mengalami beberapa gejala penyakit kejiwaan tersebut, kemudian mereka dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan diagnosa.

Utari melanjutkan, jika ternyata dari hasil diagnosa ternyata benar ada gejala-gejala tersebut, maka mereka akan di rujuk ke rumah sakit jiwa.

“Tapi tidak semuanya, ada juga yang cukup hanya diberikan obat tanpa harus di rujuk ke rumah sakit. Semua tergantung hasil diagnosanya masing-masing,” ungkapnya.

Tambah Utari pihaknyajuga bekerjasama dengan beberapa Ambulans gratis untuk mengangkut mereka dari rumah ke puskesmas maupun ke rumah sakit jiwa.

Lebih lanjut Utari menceritakan kebetulan saat ini yang menjadi Ibu Lurah Tasikmadu adalah direktur di rumah sakit jiwa sehingga seperti gayung bersambut akhirnya difasilitasi program mitra jiwa. Menurutnya dengan adanya program tersebut sangat banyak sekali nilai positif yang bisa ia rasakan dan juga di rasakan masyarakat.

“Jadi kita tidak hanya bisa mengidentifikasi masyarakat sekitar saja,tetapi juga untuk pencegahan bagi diri sendiri. Kalau kita mengenali lebih dini bagaimana gejala-gejala itu ada, berarti kita juga harusnya bisa mencegah. Supaya kita sendiri yang pra lansia usia 45 tahun ke atas nanti tidak menderita penyakit jiwa seperti kepikunan sehingga semuanya bisa hidup lebih bahagia lagi,” tuturnya.

Sementara itu Utari juga menjelaskan, di bidang ekonomi di kelurahan Tasikmadu sendiri sebenarnya cukup banyak memiliki usaha meskipun kecil. Namun yang paling menonjol adalah kerajinan anyaman dari rotan sintetis yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat.

“Selain itu juga ada yang membuat usaha sandal hotel, kemudian ada yang punya usaha membuat keripik singkong dalam skala kecil,” pungkasnya.

Utari-Widyaningsih-Foto: Agus Nurchaliq.
Lihat juga...