Posdaya Manfaatkan Bank Sampah Santuni Warga Jompo

YOGYAKARTA – Keberadaan bank sampah yang dikelola Posdaya Cipta Karya Abadi, di Dusun Jogan, Desa Temon Wetan, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Yogyakarta, selama ini tidak saja dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan lingkungan semata. Namun, juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. 

Selain berkontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan kegiatan pengumpulan dan pemanfaatan sampah bekas, bank sampah di Dusun Jogan ini juga mampu berkontribusi dalam membantu warga jompo dan penyandang disabilitas. Yakni, melalui sinergi dengan program posdaya lainnya berupa program wahana kegiatan sosial berbasis masyarakat (WKSBM).

Penggerak Posdaya Cipta Karya Abadi Dusun Jogan, Temon Wetan, Sutarmi, mengatakan sejak didirikan pada 2014, bank sampah di dusun Jogan aktif menggerakkan warga dalam mengelola sampah limbah rumah tangga. Selain memilah dan membuat tampungan sampah bekas, warga secara bersama-sama juga memanfaatkan sampah tersebut untuk memberikan santunan bagi warga jompo dan penyandang disabilitas.

“Jadi, semua sampah yang terkumpul setiap bulan itu kita jual. Hasil penjualan sampah bekas itulah yang kita manfaatkan untuk memberi santunan pada warga yang membutuhkan khususnya orang tua jompo dan penyandang disabilitas,” katanya.

Sutarmi mengatakan, berkat pengelolaan bank sampah tersebut, ada 13-15 warga jompo dan penyandang disabilitas di dusun Jogan, Temon Wetan yang mendapat dana santunan secara rutin setiap bulannya. Selain dari hasil penjualan sampah bekas, santunan juga berasal dari pengumpulan kegiatan jimpitan setiap malam di rumah-rumah warga.

“Jadi, setiap ada kegiatan, misalnya pengajian atau hajatan di dusun, semua sampah seperti botol minuman atau kardus bekas selalu kita kumpulan dan kita tampung di tempat yang telah disediakan untuk kemudian dijual. Yang mengumpulkan ya masyarakat itu sendiri atas kesadaran masing-masing,” katanya.

Menurut Sutarmi, kunci keberhasilan pengelolaan sampah di dusunnya adalah kekompakan dan kesadaran seluruh warga. Meskipun hal tersebut harus dicapai dengan proses dan perjuangan yang panjang dan tidak mudah.

“Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, agar mau mengumpulkan sampah, kita pengurus posdaya harus memberikan contoh nyata. Setiap ada kegiatan seperti hajatan, para pengurus sendiri yang berinisiatif mengumpulkan botol-botol bekas. Awalnya, banyak warga yang heran dan membiarkan. Namun, setelah kita jelaskan, akhirnya pelan-pelan mereka mulai mengikuti,” katanya.

Kini, upaya yang dilakukan warga Jogan, Temon Wetan melalui kegiatan bank sampah Posdaya Cipta Karya Abadi mulai diikuti sejumlah dusun lainnya. Yakni dalam mensinergikan kegiatan di bidang lingkungan dengan kegiatan lain di bidang sosial kemasyarakatan.

Lihat juga...