Posdaya Menara di Temon Hapus Penggunaan ‘WC Cemplung’

YOGYAKARTA – Kondisi masyarakat Desa Temon Wetan, Kecamatan Temon, beberapa tahun silam masih tertinggal. Dari 1.450 kepala keluarga yang tersebar di tujuh dusun, hampir seluruhnya belum memiliki jamban keluarga.

Mayoritas masyarakat saat itu bahkan masih menggunakan perangkat tradisional yang biasa disebut ‘WC Cemplung’ untuk keperluan buang air besar.

Namun, berkat keberadaan Posdaya Menara yang didirikan di tingkat desa pada 2009, secara perlahan kondisi tersebut mulai berubah. Dengan pembentukan posdaya di masing-masing dusun, posdaya Menara yang membawahi tujuh posdaya dusun, melakukan gerakan perubahan di bidang kesehatan dan lingkungan dengan program jambanisasi.

Ketua Posdaya Menara, Sarjono. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Ketua Posdaya Menara, Sarjono, mengatakan program jambanisasi yang dilakukan Posdaya Menara dilakukan dengan memanfaatkan program pemerintah maupun pihak swasta secara rutin setiap tahunnya.

Posdaya Menara secara aktif melakukan upaya jemput bola, dengan mendekati pihak-pihak terkait yang memiliki program bantuan di bidang lingkungan maupun kesehatan dan mengarahkannya untuk program jambanisasi.

“Jadi, pengurus dan kader posdaya aktif mencari program bantuan untuk pembuatan jamban keluarga bagi masyarakat. Karena jika masyarakat sendiri yang secara swadaya keluar biaya jelas tidak sanggup. Karena itu, kita manfaatkan program-program yang ada,” katanya.

Secara perlahan, namun pasti, program jambanisasi yang digerakkan Posdaya Menara pun mulai membuahkan hasil. Kini, hampir semua keluarga di Desa Temon Wetan telah memiliki jamban keluarga, sehingga tak lagi menggunakan ‘WC Cemplung’ untuk buang air besar. Selain jauh lebih sehat dan tidak mencemari lingkungan, kehidupan masyarakat dalam bidang kesehatan pun juga menjadi lebih tertata.

“Saat ini hampir semua keluarga yang tersebar di tujuh dusun sudah seluruhnya memiliki jamban keluarga. Boleh dibilang sudah 98 persen. Hanya satu-dua rumah saja yang belum punya. Itu pun di rumah-rumah warga yang letaknya jauh dari pemukiman, karena berada di atas bukit ,” ujarnya.

Meski hampir semua keluarga telah memiliki jamban, namun Posdaya Menara hingga saat ini masih terus menggulirkan program jambanisasi. Hal itu dilakukan untuk menuntaskan pembuatan jamban keluarga bagi beberapa rumah yang hingga saat ini masih menggunakan ‘WC Cemplung’.

Lihat juga...