Presiden: Hutan Harus Bisa Jadi Sumber Penghidupan Bagi Seluruh Rakyat

YOGYAKARTA — Presiden RI Joko Widodo menginginkan agar hutan di Indonesia bisa dikelola dan menjadi sumber penghidupan bagi seluruh rakyat, sebagaimana di negara-negara Skandinavia.

“Saya baru saja bertemu Raja Finlandia. Mereka bisa kaya hanya dari hasil hutan saja. Tidak ada yang lain. 80 persen pemasukan mereka dari hutan. Kenapa kita tidak bisa. Kita harus bisa melakukan itu,” katanya saat menghadiri puncak acara Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2017 di desa Karangasem, Ponjong, Gunungkidul, Sabtu (09/12/2017).

Menurut Presiden, jika dikeloka secara serius, hasil hutan sebenarnya bisa menjadi pendapatan bagi warga. Karena itu ia pun meminta seluruh elemen, tidak hanya pintar menanam juga harus pintar memelihara.

Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan warga/Foto: Jatmika H Kusmargana

Dalam kesempatan itu Jokowi pun sempat mengajak warga ke atas panggung untuk berdialog. Ia nampak menanyakan sejumlah hal kepada warga diantaranya kepada salah seorang warga asal dusun Jati, Karangasem, Ponjong, Gunungkidul, Marijan.

“Bapak menanam berapa pohon? Kalau sudah besar mau diapakan? Yakin tidak semua pohon yang ditanam hidup semua,” tanyanya.

“50 pohon pak, akasia, jati dan pohon jambu. Kalau besar mau dijual. Tidak yakin bisa hidup semua pak. Karena kalau musim kemarau terlalu panjang dan susah air,” jawab Marijan.

“Kok tidak yakin bagaimana, harus yakin. Kalau tidak ada air dicarikan. Itu namanya memelihara. Nanti saya cek, khusus pak Marijan, apakah 50 pohon hidup semua. Kita jangan hanya pintar menanam tapi harus juga pintar memelihara” katanya.

Jokowi juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat di setiap kabupaten kota, maupun provinsi, agar dapat mengatasi persoalan bencana banjir dan longsor akibat kerusakan alam dengan menanam pohon secara riil, tidak sekedar seremonial.

“Kerusakan alam harus kita perbaiki dengan melakukan penanaman pohon,” katanya.

Lihat juga...