Pria Pemegang Bom Menyandera 11 Orang Di Ukraina

KIEV – Seorang pria yang belum diketahui identitasnya dan diyakini memiliki bom yang diikat di tubuhnya, menyandera sembilan orang dewasa dan dua anak-anak di sebuah kantor pos di kota Kharkiv, Ukraina, Sabtu (30/12/2017).

Pelaku penyandera dilaporkan kepolisian setempat tampak tenang dan belum mengajukan tuntutan apa pun. “Pria tersebut hanya terus melakukan kontak secara berkala dengan kepolisian melalui telepon-telepon genggam milik para sandera,” kata kepala kepolisian daerah setempat Oleg Bekh.

Situasi di lokasi kejadian memperlihatkan para polisi beserta mobil-mobil polisi yang diparkir di luar sebuah gedung berwarna putih-kuning dan bertingkat dua di kota timur laut itu melakukan pengawasan dan pengamanan secara ketat. Sementara kawasan tersebut sudah ditutup agar tidak dilalui kendaraan.

Bekh menyebut kepolisian belum mengetahui apa yang diinginkan oleh pria tersebut. “Kami sedang mengupayakan segalanya untuk terus melakukan komunikasi dengan Dia (penyandera, red) dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan agar orang-orang (yang disandera) dibebaskan,” kata Bekh lebih lanjut.

Dari komunikasi yang dilakukan, penyanderaan di kantor pos tersebut mengkhawatirkan kegiatan pertukaran tawanan yang dilakukan antara pihak berwenang Ukraina dan para pemberontak pro-Rusia.  “Penyandera menganggap seharusnya ada lebih banyak tawanan yang dibebaskan,” tambah Bekh.

Pada Rabu, pemerintah Ukraina dan kelompok separatis mempertukarkan ratusan tawanan. Kesepakatan tesebut merupakan jumlah terbesar sejak konflik muncul di wilayah timur Ukraina, Donbass. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 10.000 orang. (Ant)

Lihat juga...