Produksi Jagung Sumbar Capai 650 Ribu Ton Per Tahun

PADANG — Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ir. Candra mengatakan produksi jagung di daerahnya mencapai 650 ribu ton per tahunnya dengan luas lahan kebun jagung 1,13 juta haktare.

Ia menyebutkan, produksi jagung di Sumbar tersebar di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Pasaman, Agam, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Dharmasraya, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara daerah lainnya, hanya memiliki luas lahan jagung yang tergolong sangat sedikit.

“Hasil produksi jagung di Sumbar ini terbilang cukup bagus kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini produksinya mencapai 650 ribu ton, atau meningkat sebesar 28 ribu ton dari tahun 2016,” katanya, Senin (11/12/2017).

Candra menjelaskan, hasil produksi jagung di Sumbar sebagian besarnya digunakan untuk pakan ayam. Buktinya, dari produksi 650 ribu ton, 100 ribu ton nya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Di Sumbar ini banyak peternak ayam potong. Jadi kebutuhan pakan itu cukup tinggi seperti peternak ayam yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Padang, dan beberapa daerah lainnya,” tegasnya.

Sementara jenis jagung yang banyak ditanam di perkebunan Sumbar ini yakni jagung hibrida. Jagung itu dinilai memiliki kualitas yang bagus dan cocok ditanam pada kondisi cuaca di sejumlah daerah di Sumbar.

Menurutnya, meski produksi jagung di Sumbar terbilang cukup besar, namun ancaman perubahan cuaca masih menjadi ancaman. Hal ini mengingat, kalau cuaca sering hujan, maka jagung akan berjamur. Jika hal itu terjadi, harga jual jagung pun akan turun.

“Saat ini harga jagung kering Rp4.000 per kilogramnya. Jadi, apabila jagung nya pada kualitas rendah, maka harga akan jatuh hingga mencapai Rp3.000 per kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang petani jagung di Indrapura, Kabupaten Pesisir Selatan, Dodi mengatakan, saat ini tanaman jagung di daerahnya terbilang cukup bagus. Bahkan, tidak ada ancaman apa pun, baik itu kera, ataupun gangguan lainnya.

“Kami di Indrapura ini memang terkenal dengan bertani jagungnya. Sampai-sampai harta benda yang dimiliki merupakan hasil panen jagung,” ucapnya.

Menurutnya, berbicara soal perhatian pemerintah, sejauh ini pemerintah cukup peduli dengan petani jagung, seperti memberikan bantuan bibit jagung dengan kualitas bagus. Serta, juga turut memberikan jalan tempat menjual jagung dengan harga menguntungkan para petani.

“Jagung saya ini kebanyakan di jual ke Kota Padang untuk dijadikan pakan ayam. Kalau untuk dimakan, bukan jagung jenis hibrida, tapi jagung manis. Di sini, kebanyakan merupakan jagung hibrida,” ucap Dodi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ir. Candra/Foto: M. Noli Hendra.
Lihat juga...