Promosi-Degradasi PBSI Tinggal Tunggu Pengesahan Ketum

JAKARTA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) siap keluarkan Surat Keputusan (SK) promosi dan degradasi atlet di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). SK yang masih menunggu pengesahan dari Ketua Umum (Ketum) PBSI baru terbatas untuk atlet dan belum menyentuh posisi pelatih.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan, jajaran pelatih tidak masuk dalam surat keputusan promosi dan degradasi komposisi pelatnas yang baru dikeluarkan. “Jadi SK ini sementara adalah untuk promosi dan degradasi atlet saja tidak termasuk dengan pelatih. Dan kalau ada SK, pasti kita pisahkan satu-satu, tidak akan sama,” kata Susy, Jumat (22/12/2017).

Kendati demikian, mantan pebulu tangkis nasional tersebut mengatakan, evaluasi terhadap para penggodok atlet pelatnas akan tetap ada dengan kemungkinan perombakan. Kendati demikian, Susy enggan menyebutkan nama-nama yang dimaksud jika ada perombakan termasuk kepala pelatih tunggal putri yang saat ini masih lowong.

“Nanti kita lihat saja, karena SK kan belum keluar semua. Untuk pelatih mungkin dibereskan awal 2018 nanti, termasuk kepala tunggal putri yang merupakan pekerjaan rumah saya. Mudah-mudahan di 2018 saat masuk nanti komplit semua,” tambahnya.

Adapun isi SK promosi dan degradasi saat ini masih menunggu pengesahan dari Ketua Umum (Ketum) PBSI Wiranto. Akan tetapi, Susy menjelaskan tak kunjung terbitnya SK tersebut bukan karena adanya keberatan-keberatan atas usulan dalam draf tersebut. “Tidak ada kendala kok, kan sudah dirundingkan dengan semuanya, tidak ada kesulitan atau kendala apapun, ini tinggal administrasi saja,” ujarnya.

Terkait dengan pengumuman siapa-siapa saja yang terkena promosi dan degradasi, Susy masih belum bisa memberikan waktu pastinya. Namun ditegaskannya, pengumuman akan berlangsung sebelum 2017 berakhir. Libur pelatnas untuk Natal dan Tahun Baru yang dimulai 23 Desember 2017 hingga 3 Januari 2018 tidak menghalangi pengumuman.

“Pastinya sebelum akhir tahun sudah ada pengumuman siapa yang akan dipanggil ke pelatnas karena di awal tahun pemain harus sudah masuk pelatnas,” tutur Susy.

Adapun sistem promosi-degradasi yang diterapkan PBSI, melewati proses yang selektif yakni dengan parameter prestasi, hasil evaluasi, berapa lama dia di pelatnas, progresnya, usia serta indikator lainnya dan indikasi kuota sekitar 20 atlet masih tergantung dengan kebutuhannya. “Alasan besar promosi dan degradasi komposisi pelatnas PBSI, adalah untuk meningkatkan prestasi perbulutangkisan Indonesia,” ucap Susy menambahkan. (Ant)

Lihat juga...