Putri Surakarta-Jakarta 69 Buka Bengawan Cup 2017

JAKARTA – Pertemuan tim sepak bola Putri Surakarta dengan Jakarta 69 menjadi pertandingan pembuka turnamen antarklub Nendia Primarasa Bengawan Cup 2017 di Stadion R Maladi Sriwedari, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2017).

Sebagai tuan rumah, Putri Surakarta menurut sang pelatih Dede Irawan, sudah bersiap diri dengan baik. Hal itu mempertimbangkan keinginan menjadi yang terbaik pada turnamen yang penyelenggaraannya masuk tahun ketiga tersebut sangat besar.

“Persiapan intens sudah kami lakukan dua bulan terakhir. Target kami mencoba meraih hasil yang terbaik musim ini,” kata Dede Irawan, Sabtu (16/12/2017).

Meski persiapan telah dilakukan dengan baik, Dede mengaku lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan meski datang sebagai tim baru. Nama mantan pemain nasional Rocky Putiray menjadi jaminan jika tim tersebut mempunyai kualitas.

Nedia Primarasa Bengawan Cup 2017 merupakan sebuah turnamen yang diprakarsai oleh Kaukus Anak Gawang (KAG) yang pelaksanaannya didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pada pelaksanaan ketiga kalinya ini mengalami peningkatan terutama jumlah peserta. Pada tahun ketiga pelaksanaannya, Bengawan Cup 2017 diikuti tujuh tim peserta.

Untuk sebelumnya hanya empat dan tiga tim saja yang terlibat. Hal tersebut menunjukkan jika peminat turnamen ini tinggi. Tim yang berpartisipasi pada turnamen yang rencananya dibuka Menpora Imam Nahrawi itu adalah Putri Surakarta sebagai tuan rumah, Jakarta 69, Kartini Persijap Jepara, Siliwangi FC Bandung, Putri Kediri, FC Sukabumi dan juara bertahan PSW Mataram. (Baca: https://www.cendananews.com/2017/12/tujuh-klub-sepakbola-putri-bersaing-di-bengawan-cup.html)

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kemenpora, karena kebetulan jadwal beliau sangat padat. Tapi sebelumnya, kami berterima kasih untuk dukungan dan kebersediaan meluangkan waktu untuk menyapa temen-teman klub,” Kata Ketua Panitia Pusat Bengawan Cup 2017 Heru Pujihartono.

Turnamen yang digagas oleh penggiat sepak bola wanita Indonesia ini dari tahun ke tahun terus berusaha dikembangkan. Hal itu mempertimbangkan kebutuhan wadah untuk memfasilitasi pemain sepak bola putri Indonesia yang hingga saat ini minim kompetisi. “Kami juga melibatkan beberapa pemain yang selama ini membela timnas tapi tidak punya klub,” kata Manajer Program KAG Wisnu Wibowo. (Ant)

Lihat juga...