Ratusan Penumpang Kapal Yang Terbalik di Filipina Terselamatkan

REAL – Penjaga pantai Filipina pada Jumat (22/12/2017) mengatakan telah menyelamatkan 252 penumpang dan awak kapal yang terbalik di Timur Manila Ibu Kota Filipina. Dari warga yang diselamatkan, salah satunya adalah warga negara Australia dan istrinya yang merupakan warga negara Filipina.

Sebuah kapal Feri Filipina terbalik pada Kamis (21/12/2017) karena cuaca buruk.
Penjaga pantai menyebut menemukan lima orang tewas dari kapal feri yang terbalik tersebut. Berdasarkan manifest, kapal tersebut membawa 257 penumpang termasuk awak kapal.

“Semua penumpang dan kru telah dilaporkan, namun seperti yang saya katakan, kami akan mengevaluasi kembali berdasarkan klaim keluarga dari penumpang yang hilang,” ujar juru bicara Kapten Arm dan Balilo.

Berdasarkan kronologis kejadian, kapal meninggalkan pelabuhan sekira Kamis (21/12/2017) pukul 09.00 waktu setempat. Kapal terbalik satu jam kemudian karena hempasan angin kencang dan ombak raksasa di peraian tersebut. Saksi mata dari penumpang yang selama menyebut, penumpang panik saat melihat air mulai memasuki kapal.

Penumpang berlarian menuju satu sisi kapal setelah air mulai merendam kapal. Hal tersebut membuat kapal menjadi miring dan akhirnya terbalik. “Yang lain menunggu di atas kapal pada saat kapal tenggelam, tetapi saya tidak melakukannya karena saya tahu kapal akan patah dan saya ingin terhindar dari bahaya,” ujar penumpang yang selama bernama Rene Ebuenga.

Kapal terbalik di peraian yang berjarak sekira delapan kilometer dari Provinsi Quezon di sebalah timur Pulau Utama Filipina Luzon. Penjaga Pantai Filipina mengatakan akan melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab kejadian tersebut dan untuk memverifikasi kemungkinan adanya tumpahan minyak.

Badai tropis Tembin, membawa pusaran angin berkecepatan 80 kilometer per jam, mendarat di pulau selatan Mindanao, Jumat (22/12/2017) dini hari. Namun Biro Cuaca setempat melaporkan, badai langsung melemah setelah mencapai daratan. Namun, lembaga pengamat cuara tersebut memperingatkan adanya bahaya banjir dan longsor hingga badai tersebut keluar dari Filipina yang diperkirakan pada Minggu (24/12/2017) mendatang.

Menyoroti kekerapan kecelakaan kapal di negara Asia Tenggara yang merupakan wilayah dengan lebih dari 7.000 pulau tersebut, pada 1987, hampir 5.000 orang meninggal dalam bencana bencana pelayaran terburuk di dunia. Bencana tersebut terjadi ketika sebuah kapal feri penumpang Dona Paz yang penuh muatan bertabrakan dengan sebuah kapal tanker pembawa minyak di Pulau Mindoro di wilayah tengah Filipina . (Ant)

Lihat juga...