Rawan Angin Kencang, PLN Pangkas Sejumlah Pohon

Editor: Satmoko

48
Proses penebangan pohon yang mengganggu jaringan listrik tegangan menengah di Ketapang. [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Kondisi cuaca angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan terutama di sepanjang pesisir Kecamatan Ketapang. Berpotensi merobohkan sebagian pohon di tepi jalan sekaligus yang berada di dekat jaringan listrik. 

Hal tersebut diantisipasi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero dengan melakukan pemeriksaan rutin di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera dan sejumlah jalan desa. Koordinator kantor jaga (Kaja) Ketapang PLN Rayon Kalianda, Adi Wiyanto, menyebut sebagian pohon bahkan tumbang akibat angin kencang mengakibatkan kabel listrik terganggu.

Adi Wiyanto menyebut, di sepanjang jalur jaringan tegangan menengah 20 kilovolt (kv) yang ada di wilayah Ketapang, personil Kaja PLN Ketapang secara rutin melakukan pemeriksaan sekaligus pemangkasan sejumlah pohon yang ada di wilayah tersebut.  Di antaranya jenis pohon kelapa, akasia mangium, pohon randu, mangga serta sejumlah pohon milik warga yang ditanam di dekat jaringan listrik.

Adi Wiyanto selaku koordinator kantor jaga Ketapang PLN Rayon Kalianda. [Foto: Henk Widi]
Selain berpotensi membahayakan keselamatan pohon dan ranting yang roboh ke jaringan listrik, diakui Adi, berpotensi juga mengakibatkan induksi pada kabel listrik jaringan tegangan menengah bahkan menyebabkan listrik padam jika pohon tumbang berukuran besar.

“Langkah persuasif kita lakukan kepada masyarakat yang memiliki pohon di dekat jaringan listrik agar swadaya memangkas. Jika jauh dari jaringan listrik namun warga tidak berani memangkas bisa menelepon kami di kantor jaga. Nanti personil akan meluncur ke lokasi menebang pohon,” terang Adi Wiyanto, selaku koordinator kantor jaga (Kaja) Ketapang PLN Rayon Kalianda, saat dikonfirmasi Cendana News di sela-sela melakukan pemangkasan pohon di ruas Jalan Lintas Timur di Desa Ketapang Laut Kecamatan Ketapang, Kamis (7/12/2017).

Kondisi potensi tumbang atau patahnya ranting pepohonan diakui Adi Wiyanto sangat besar terjadi pada bulan Desember. Cuaca ekstrim didominasi angin kencang masih melanda wilayah Lampung Selatan sehingga Kaja Ketapang PLN Rayon Kalianda setiap hari berkeliling ke beberapa titik yang menjadi wilayah kerja Kaja Ketapang.

Kecepatan pertumbuhan beberapa jenis pohon diakui Adi membuat petugas harus rutin berkeliling melakukan pemangkasan diantaranya di Desa Karangsari, Desa Ruguk hingga Trans Aceh yang sebagian wilayahnya banyak terdapat pohon di tepi jalan.

Dalam menjalankan tugas, ungkap Adi Wiyanto, sekitar lima hingga enam personil dikerahkan menggunakan kendaraan operasional dilengkapi dengan alat-alat keselamatan berupa helm, alat pemangkas berupa sengget, tali, gergaji mesin, tangga lipat yang berguna untuk menjangkau sejumlah pohon dan ranting yang sulit dicapai.

Pohon akasia mangium yang berpotensi tumbang terpaksa dipangkas agar tidak mengganggu jaringan listrik. [Foto: Henk Widi]
Sebagian masyarakat diakui Adi bahkan dengan senang hati meminta petugas PLN bagian perampasan pohon melakukan pemangkasan terutama sejumlah pohon yang membahayakan jaringan listrik dan keselamatan nyawa.

“Biasanya ada warga yang tak suka pohon miliknya ditebang. Tetapi justru ada warga sengaja menelepon kami melakukan penebangan. Seperti hari ini dengan senang hati kami kerjakan proses penebangan pohon,” beber Wasito yang memiliki tugas memangkas pohon menggunakan gergaji mesin.

Wasito menyebut, pada beberapa kasus proses penebangan pohon harus diawali dengan pemadaman jaringan listrik pada bagian trafo sehingga sebagian konsumen mengeluhkan pemadaman listrik. Namun dengan pemadaman selama beberapa menit saja proses penebangan pohon justru akan menguntungkan masyarakat. Karena potensi gangguan jaringan listrik bisa diminalimisir akibat robohnya pohon terutama dalam musim angin kencang dan cuaca ekstrim akhir-akhir ini.

Luasnya areal kantor jaga Ketapang PLN rayon Kalianda membuat dalam sebulan beberapa jenis pohon yang hanya dipangkas pada bagian ranting dalam jangka beberapa bulan kembali tumbuh meninggi dan mencapai kabel jaringan tegangan menengah.

Wasito memastikan proses pemangkasan yang dilakukan oleh petugas PLN memiliki tujuan positif dan tidak menghalangi warga melakukan proses penanaman pohon asal pohon yang ditanam tidak memiliki tajuk yang tinggi dan mengganggu jaringan listrik.

Pohon kelapa milik warga yang ditanam oleh warga sengaja diminta untuk ditebang oleh petugas PLN bagian perampasan pohon. [Foto: Henk Widi]

Komentar