Rawan Peredaran Narkoba, Kawasan Wisata Jadi Atensi BNNP NTB

MATARAM — Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kunjungan wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara ke NTB senantiasa ramai.

Tapi di balik ramainya kunjungan wisatawan tersebut kalau tidak dibarengi dengan pengawasan ketat akan rawan sebagai tempat terjadinya praktik tindak kejahatan, termasuk predaran narkoba.

“Bagaimanapun dengan lalu lintas manusia yang banyak, kawasan wisata terutama tiga Gili, Gili Terawangan, Gili Meno dan Air di Lombok Utara rawan menjadi tempat peredaran narkoba,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB, Imam Margono di Mataram, Kamis (21/12/2017)

Menurutnya para pelaku pengedar narkoba di kawasan objek wisata biasanya sudah tahu orang baru yang masuk di sana, karena itulah semua membutuhkan kecermatan khusus dalam melakukan pengawasan.

Sebab terkadang baru kpihak BNNP naik perahu menuju Gili melakukan operasi, semua penghuni sudah tahu. Itu sebabnya selalu gagal.  Peredarannya narkoba di Gili ada, tidak tahu siapa yang kasih tahu, apakah ada anggota yang terlibat atau memang mereka ada mata-mata.

“Tapi yang pasti kawasan objek wisata akan menjadi atensi khusus BNNP dan pada saatnya nanti melakukan operasi dengan melakukan koordinasi dengan instansi lain” katanya.

Ditambahkan, semua jalur pintu masuk NTB, baik darat maupun udara juga akan jadi perhatian dengan menjalin kerjasama dengan aparat kepolisian.

Secara logika bisa kita lihat banyak kekosongan tempat yang dijadikan jalan masuk pengedar narkoba, karena itu fungsi intelijen juga harus dimaksimalkan.

Sebelumnya Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan sasaran predaran narkoba kompleks, maka pencegahannya pun harus melibatkan semua pihak. Sampai pada akhirnya masyarakat kompak untuk tidak memberi ruang peredaran gelap narkoba di NTB.

Sebab masalah narkoba kini bukan saja tanggungjawab BNN dan aparat lainnya, tapi harus ada rasa tanggungjawab bersama untuk menanggulangangi, merehabilitasi pengguna narkoba.

Amin pun meminta agar tidak memberi ruang sedikitpun kepada penyalahguna narkoba, karena dirinya melihat ada kecenderungan acuh dari masyarakat, tidak mau repot, apalagi berisiko, bahkan akan ada ancaman dari mereka yang terlibat.

“Tapi kalau semuanya kompak, bersinergi bersama. Semua segmen terlibat dari sisi umur, kita perangi narkoba. Kita bangkitkan semangat melawan pengedarnya, maka predaran narkoba akan bisa ditekan,” pungkas Amin.

Lihat juga...