RD Pilih Dzumafo untuk Variasi Taktik

PALEMBANG – Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan (RD) menyebut, striker Herman Dzumafo dipasang untuk variasi taktik dan strategi. Striker gaek berusia 37 tahun tersebut dinilai memiliki kemampuan teknik yang dibutuhkan untuk membesut Laskar Wong Kito di musim depan.

“Kami butuh striker yang mungkin secara kebugaran fisik tidak lebih tapi memiliki kemampuan berbeda. Tapi dia kuat dalam screening mengawal bola dan bisa jadi target striker,” kata RD usai memimpin sesi latihan sore anak asuhnya di Stadion Bumi Palembang, Sumsel, Senin (18/12/2017).

RD menyebut, saat ini Sriwijaya FC memiliki tiga striker yang berkarakter relatif sama yakni striker pelari. Ketiganya adalah Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra dan Manuchehr Jalilov. Sehingga kehadiran striker naturalisasi asal Kamerun tersebut diharapkan dapat menjadi target man untuk memecah kebuntuan gol.

Menurut mantan pelatih T-Team Malaysia tersebut, Sriwijaya FC menargetkan tembus tiga besar pada Liga 1 musim 2018 tentunya harus memiliki pemain berkarakter seperti Dzumafo.

Dengan penilaian yang dilakukan, RD mengaku tak ambil pusing dengan keraguan pendukung setia Laskar Wong Kito yang menilai Dzumafo sudah habis. “Nanti dulu, saya untuk melihat bagaimana Dzumafo ini sengaja menurunkan asisten pelatih ke Bandung untuk memantaunya,” ujarnya.

Ucapan RD ini juga terbukti dengan fakta bahwa Dzumafo bisa mencetak 11 gol dari 15 pertandingan Liga 2 musim 2017. Bahkan Dzumafo mampu membawa PSPS Pekan Baru berlaga hingga ke babak 8 besar Liga 2. Tak hanya itu, pada penampilan perdana bersama PSPS melawan Persih FC di putaran kedua, Dzumafo berhasil mencetak empat gol dari enam gol yang dicetak tim.

Untuk memaksimalkan keberadaan Dzumafo, RD menyebut tinggal dibutuhkan upaya membangun chemistry di antara para pemain. “Tinggal lagi bagaimana membuat para pemain khususnya pemain asing menemukan chemistry,” kata RD.

Sriwijaya FC sejauh ini sudah menuntaskan perburuan pemain untuk lini depan. Sementara untuk pemain belakang, RD mengatakan manajemen sedang merekrut seorang pemain lokal. “Untuk siapa pemain belakang itu, belum bisa di-share karena masih negosiasi,” kata dia.

Sementara itu Manager Sriwijaya FC Ucok Hidayat mengatakan bahwa manajemen klub sangat mendukung keputusan pelatih. Untuk memaksimalkan kondisi tim, manajemen memilih sejak awal berkomitmen tidak mau mengintervensi pelatih. “Pelatih tentunya yang paling tahu apa yang terbaik bagi tim,” kata dia.

Terpisah, pemain naturalisasi Herman Dzumafo menyatakan siap menjadi pemain pelapis untuk memuluskan rencana pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menjuarai Liga 1 musim 2018.

Herman Dzumafo mengatakan tidak terlalu ambil pusing dengan posisinya dalam tim. Pemasin berusia 37 tahun tersebut masih sangat mumpuni yang terbukti bisa mencetak 11 gol dari 15 pertandingan Liga 2 2017.

Menurutnya, RD memiliki penilaian sendiri atas kemampuannya itu. “Ya, saya mengerti soal itu. Ini bukti kecintaan suporter dengan Sriwijaya. Bagi saya, usia itu hanya angka-angka,” ujar pemain yang telah merumput di Indonesia sejak 2006 tersebut.

Jika mengingat skema pemain RD sangat mengarsiteki Sriwijaya FC musim 2008-2009 maka karakter Dzumafo seperti layaknya Ngon A Djam yang tajam di depan gawang dengan tandukannya. Bersama striker asal Kamerun ini, RD berharap bisa memiliki ruang untuk variasi serangan dalam upaya mencapai target menjuarai Liga Indonesia dan sekaligus berlaga di AFC Cup musim mendatang.

Selain itu tak kalah penting, Dzumafo juga telah berstatus WNI sehingga tidak akan menggunakan slot 3 orang pemain asing yang diberikan operator Liga. Bagi Dzumafo kedatangannya ke Sriwijaya FC bukan hanya untuk memenuhi hasrat juara tim asal Sumatera Selatan tersebut, tapi juga karena keinginan pribadinya yakni menjawab kekecewaan publik. Lantaran itu pula, ia menolak tawaran tiga klub Liga 1 yang juga ingin menggaetnya dan memilih bergabung dengan Laskar Wong Kito.

“Saya pernah di Sriwijaya pada musim 2013, dan saya akui waktu itu belum memuaskan. Saat ada kesempatan kembali ini, saya ingin menebusnya. Masalah jadi pemain inti atau bukan itu bukan masalah, bukankah kita semua berdoa untuk memberikan yang terbaik,” kata dia.

Sriwijaya FC akan mengontrak Dzumafo untuk satu musim, namun untuk kepastiannya akan ditetapkan berdasarkan hasil tes kesehatan, kata Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris. Tes kesehatan direncanakan pada Selasa (19/12/2017) di RS Siloam. Dzumafo pun tidak mempermasalahkan mengenai rencana manajemen klub itu karena dirinya merasa sangat fit.

“Saya pernah cedera hamstring saat di Persela tahun 2016 lalu, dan sudah sembuh.Tidak ada masalah lagi, lihat saja ketika saya bermain di Liga 2. Mau dites kapan pun tidak masalah,” kata pemain kelahiran Douala, Kamerun, 21 Februari 1980 ini.

Sriwijaya FC merupakan tim kontestan Liga 1 yang paling sibuk sejak bursa pemain dibuka. Beberapa pemain bintang telah direkrut, seperti Makan Konate (Mali), Mohammadou Ndiaye (Timnas Mali), Manuchehr Jalilov (pemain terbaik AFC 2017). Pada musim ini, SFC menargetkan setidaknya bisa menembus tiga besar agar bisa berlaga di AFC Cup. (Ant)

Lihat juga...