Reguk Keuntungan dengan Membuat Kandang Ayam

YOGYAKARTA – Usaha pembuatan kandang ayam menjadi pilihan sejumlah petani di Kabupaten Kulonprogo untuk mengisi waktu senggang.

Banyaknya warga sekitar yang memelihara ayam, mereka manfaatkan sebagai peluang menambah pendapatan.

Salah satunya dilakukan seorang petani, Syahroni (45) asal Dusun Sindutan, Temon, Kulonprogo. Sepulang dari menggarap sawah, ia biasa membuat kandang ayam untuk dijual.

Memanfaatkan bambu bekas tak terpakai yang banyak tersebar di desanya, ia membuat berbagai jenis kandang ayam.

Syahroni tengah menyisik bambu sebagai bahan membuat kandang ayam. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Sudah setahun terakhir saya buat kandang ayam. Sekedar sambilan, di sela waktu senggang menggarap sawah,” katanya Selasa (12/12/2017).

Syahroni mengaku, membuat sejumlah kandang ayam berbagai jenis ukuran. Seperti kandang ayam ukuran sedang 50 x 100 cm untuk anakan, atau kadang standar ukuran 70 x 70 cm untuk jago. Semua kandang itu ia buat dengan tangannya sendiri dengan cara coba-coba.

“Satu kandang itu butuh sekitar 4 buah bambu. Untuk yang ukuran 50 x 100 cm biasa saya jual Rp65 ribu. Sedangkan yang ukuran 70 x 70 saya jual Rp80 ribu. Biasanya saya setor ke warung pakan ternak,” katanya.

Dalam satu minggu bapak satu anak itu mengaku bisa menjual 3 kandang. Salah satu kunci agar kandang cepat terjual menurutnya adalah kualitas yang selalu terjaga. Tiap bilah bambu harus rapi dan halus atau tidak tajam sehingga dapat melukai tangan.

“Memang kandang harus dibuat bagus dan rapi. Tidak melukai tangan. Kalau tidak, nanti tidak laku. Apalagi sekarang banyak saingan, karena yang buat kandang cukup banyak,” katanya.

Meski hanya merupakan pekerjaan sambilan, Syahroni mengaku bisa mendapatkan penghasilan tambahan hingga ratusan ribu tiap minggu. Dari penghasilan membuat kandang ayam itulah, ia mengaku bisa membeli kebutuhan sehari-hari saat waktu panen belum tiba.

Lihat juga...