Respon Cepat Asuransi, Wujudkan Kepercayaan Nasabah

PADANG — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Darwisman, mengatakan sejumlah pihak asuransi di Sumbar telah turun ke lapangan dan membayarkan klaim kerugian kebakaran Pasar Ateh, Kota Bukittinggi, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pihak perusahaan asuransi yang terdepan dalam membayarkan klaim kebakaran Pasar Ateh itu ialah PT Asuransi Bangun Askrida. Hal tersebut berdasarkan hasil laporan pihak asuransi kepada OJK yang telah membayarkan klaim kerugian pedagang di Pasar Ateh.

“Dari daftar yang saya lihat, Askrida adalah perusahaan asuransi yang tercepat dan terdepan dalam hal merespon peristiwa kebakaran Pasar Ateh yang melanda nasabahnya,” katanya, saat menghadiri peresmian Kantor Cabang Askrida Padang, Rabu (20/12/2017).

Darwisman mengapresiasi Askrida, karena telah menjadi sebuah perusahaan asuransi yang dipercaya oleh masyarakat. Hal yang demikian, tidak terlepas dari kinerja dan komitmen dalam memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat atau pun kepada nasabah.

Untuk itu, OJK berharap kepada lembaga keuangan yang bergerak soal asuransi dapat melakukan hal yang sama. Karena bekerja dan merespon persoalan masyarakat dengan cepat, merupakan sebuah langkah untuk mewujudkan kepercayaan dari masyarat atau pun dari nasabah kepada perusahaan.

“Hal seperti ini juga perlu menjadi contoh  bagi pihak perusahaan asuransi lainnya. Namun, persoalan ini bukan berarti pihak asuransi lainnya tidak bagus, mereka (perusahaan asuransi) juga berjalan bagus. Hanya saja yang saya maksud di sini ialah yang tercepat merespon dan mencairkan klaim para nasabahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dalam sambutannya juga sangat mengapresiasi Askrida sebagai perusahaan asuransi yang terpercaya. Senada dengan Kepala OJK Sumbar, pembayaran klaim-klaim asuransi selalu dilakukan dengan cepat.

Seperti pembayaran uang muka klaim asuransi korban kebakaran Pasar Atas Bukittinggi yang dibayarkan hanya dalam tempo sebulan setelah peristiwa terjadi.

“Untuk diketahui, Askrida memberikan deviden sebesar 50 persen pada Pemprov Sumbar. Bayangkan, kita membayarkan Rp100 juta, bisa bertambah menjadi Rp150 juta,” ujarnya.

Dirut Askrida, Didiet Sandjoto Pamungkas, menyatakan, saat ini Askrida telah memiliki kantor-kantor cabang dan kantor-kantor pemasaran di seluruh Indonesia. Di Sumbar, selain Kantor Cabang Padang, Askrida juga telah membuka  kantor pemasaran Bukittinggi, yang beroperasi sejak awal 2017.

Lihat juga...