Ribuan Penumpang Bus di Pelabuhan Bakauheni Terlantar

LAMPUNG — Ribuan penumpang pejalan kaki asal Pulau Jawa terpaksa menginap di ruang tunggu kedatangan Pelabuhan Bakauheni akibat bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) telat datang. Mereka menunggu dan beristirahat di karpet yang telah disediakan oleh PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Anita, salah satu warga asal Metro menyebut sudah menunggu selama tiga jam akibat tidak adanya armada bus sejak dini hari.

“Saya sudah menunggu sejak malam, terpaksa menginap di pelabuhan Bakauheni menunggu bus yang akan menuju ke terminal Rajabasa namun bus sudah habis sejak pagi dan sebagian harus berdesakan naik ke bus yang tiba di terminal pelabuhan Bakauheni,” terang Anita salah satu calon penumpang bus asal Tangerang di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (23/12/2017).

Ia merasa kecewa karena tidak ada kesiapan armada untuk para calon penumpang di pelabuhan Bakauheni yang akan melanjutkan perjalanan. Pengalaman sebelumnya, saat arus liburan Idul Fitri ia bahkan mengalami hal yang sama menunggu bis selama hampir empat jam akibat telat datangnya bus.

Ia bahkan melontarkan kekecewaanya kepada petugas Dinas Perhubungan Lampung Selatan yang tidak mengantisipasi ketersediaan bus di terminal pelabuhan Bakauheni.

Sementara itu, Kepala terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni, Irawan mengakui, pihaknya salah memprediksi waktu lonjakan penumpang yang diperkirakan pada Minggu (24/12) ternyata mulai meningkat sejak Sabtu (23/12). Hal ini menyebabkan, 30 bus tidak bisa menampung ribuan penumpang yang akan menuju ke terminal Rajabasa Bandarlampung.

Penumpang pejalan kaki asal Pulau Jawa menginap di ruang tunggu Pelabuhan Bakauheni menunggu bus tiba [Foto: Henk Widi]
Irawan menyebut total bus yang disediakan berjumlah sekitar 68 unit dari sejumlah perusahaan otobis, DAMRI, angkutan pedesaan sebanyak 80 unit, travel sebanyak 250 unit dan kendaraan travel cadangan.

“Sebagian travel juga dominan sudah dipesan oleh para wisatawan yang akan berlibur ke beberapa destinasi wisata di Lampung sehingga tidak melayani penumpang reguler meski sudah kita imbau kepada pengurus untuk menyiapkan kendaraan cadangan,” tegas Irawan.

Akibat kedatangan bus yang terlambat ribuan penumpang yang tertahan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni bahkan menunggu di area parkir dan ruang tunggu dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan TNI Angkatan Laut yang bertugas menertibkan penumpang agar tidak berebut dan berdesakan saat bus tiba.

Lihat juga...