Rumpu Rampe, Sayur Khas Larantuka yang Terkenal

LARANTUKA — Bagi masyarakat kota Larantuka kabupaten Flores Timur, Rumpu Rampe merupakan sayur yang bisa dimasak oleh siapapun termasuk kaum lelaki. Sebab masakan ini sudah mendarah daging dan selalu dikonsumsi masyarakatnya turun temurun.

“Bukan saja dimakan sehari-hari, sayur Rumpu Rampe juga dihidangkan saat pesta bahkan di setiap pertemuan atau acara besar yang dihadiri banyak orang di gedung pertemuan atau hotel,” ujar Rin Riberu, Sabtu (12/9/2017).

Warga kelurahan Larantuka ini kepada Cendana News, sayur Rumpu Rampe yang asli biasanya menggunakan bahan bunga papaya, daun kelor, buah papaya muda, daun papaya, daun singkong dan jantung pisang. Saat ini banyak yang menggunakan kangkung dan udang atau ikan teri sebagai campurannya.

“Rumpu Rampe sudah seperti makanan wajib yang harus dihidangkan saat pesta. Dulu biasanya lebih enak dimakan dengan lauk Ikan Sembe bakar atau goreng di setiap pertemuan keluarga. Sekarang di pesta orang sering menghidangkannya bersama ikan bakar,” tuturnya.

Cara memasaknya jelas Rin, jantung pisang dikupas kulit bagian luarnya hingga mendapatkan kulit muda lalu diiris tipis-tipis. Daun singkong, bersama daun papaya, buah papaya juga diiris tipis-tipis dan direbus terlebih dahulu hingga lembek.

Rin Riberu warga kota Larantuka kabupaten Flores Timur. Foto : Ebed de Rosary

Bumbu yang digunakan bebernya biasanya bawang merah, bawang putih, garam dan penyedap masakan lainnya. Banyaknya bumbu yang digunakan tergantung kepada banyaknya porsi yang akan dihidangkan.

“Daun papaya, bunga papaya, daun singkong dan bunga papaya yang sudah direbus diangkat dan ditiriskan airnya. Setelah itu jantung pisang ditumis terlebih dahulu lalu dimasukan daun singkong, daun papaya, bunga papaya, buah papaya dan juga daun kelor. Kalau memakai kangkung maka akan dicampur setelah bahan lainnya sudah setengah matang agar tidak hancur,” terangnya.

Maria Magdalena warga Larantuka lainnya menambahkan, sayur Rumpu Rampe kini bukan saja menjadi masakan khas yang sudah dikonsumsi masyarakat se NTT dan juga di luar NTT berkat diperkenalkan oleh warga dispora di tanah rantau.

Di daerah lain di NTT pun tambah Maria, setiap ada pesta, sayur Rumpu Rampe juga dihidangkan. Bahkan saat ada kunjungan pejabat dari luar daerah, sayuran ini selalu dihidangkan tapi biasanya tidak menggunakan daun Kelor atau Merungge dalam bahasa Larantuka.

“Kalau dulu di setiap halaman rumah warga di kota Larantuka biasa ditanam pohon Merungge tapi sekarang sudah hampir tidak ada sehingga orang sering menghidangkan sayur Rumpu Rampe tanpa dicampur dengan daun Merungge atau daun Kelor,” ungkapnya.

Lihat juga...