Salah Tembak, 11 Polisi Filipina Dibebastugaskan

MANILA – Filipina membebas-tugaskan 10 orang anggota kepolisian yang disebut-sebut telah melakukan kesalahan. Ke-10 polisi tersebut dilaporkan menembak sebuah kendaraan dan membunug dua penumpangnya pada Kamis (28/12/2017) malam.

Korban dari penembakan adalah sebuah kendaraan yang berisi rombongan warga berjumlah tujuh orang dimana salah satunya adalah wanita. Mobil tersebut dalam perjalanan menuju sebuah rumah sakit. Polisi menembak mobil tersebut karena mengira kendaraan tersebut dikemudikan oleh kelompok pelaku kejahatan yang menyerang penumpang wanita.

Perwira tinggi Metro Manila, Oscar Albayalde mengatakan, polisi dari kota Mandaluyong, Manila raya, kemungkinan mendapat keterangan salah. Sebelum melakukan penembakan, polisi mendapatkan informasi dari petugas desa bahwa penumpang kendaraan tersebut memiliki senjata. “Kami tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya,” kata Albayalde dalam keterangan pers-nya, Jumat (29/12/2017).

Abalyade menyebut, pembebasan tugas kepada 10 orang polisi Mandaluyong tersebut atar perintahnya. Dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan dalam kejadian tersebut. “Kami tidak menyembunyikan apapun di sini. Kami tidak mengurangi kemungkinan. Dalam hal ini terdapat pembunuhan yang kelewat batas atau pelanggaran POP (Tata kerja polisi) kami,” tambah Albayalde.

Polisi Filipina telah menghadapi pemeriksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu dipengaruhi kekhawatiran tentang perilaku mereka selama operasi anti-narkotika. Beberapa survei opini telah mengindikasikan berkurangnya kepercayaan terhadap laporan operasi polisi yang telah membunuh hampir 4.000 orang.

Kelompok hak asasi manusia dan lawan politik mengatakan pembunuhan terhadap pengguna narkotika dan pedagang kecil meluas. Namun polisi mengatakan bahwa yang tewas adalah pengedar yang melakukan perlawanan. (Ant)

Lihat juga...