Sampah Perairan Menumpuk di Pelabuhan Merak

BANTEN – Hujan deras disertai cuaca buruk berimbas volume sampah perairan meningkat dibandingkan hari biasa dengan terbawanya berbagai jenis sampah melalui perairan Sungai Medaksa di Merak dan sungai-sungai lain di wilayah Provinsi Banten. Di antaranya sampah plastik, kayu serta berbagai jenis sampah rumah tangga yang terbawa arus hingga ke area dermaga.

Kondisi tersebut menurut komandan Search and Rescue (SAR) PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Merak, Radmiadi, sangat mengganggu kebersihan lingkungan perairan bahkan mengganggu olah gerak kapal di semua dermaga Pelabuhan Merak Provinsi Banten.

Petugas SAR dikerahkan bersama nelayan membersihkan sampah di area dermaga Pelabuhan Merak Banten. [Foto: Ist]
Radmiadi saat dikonfirmasi Cendana News membenarkan, pasca hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi kiriman sampah dari beberapa wilayah yang terbawa arus terdampar ke sebagian wilayah dermaga I, II, III dan sebagian dermaga yang tak jauh dari Pulau Merak Besar serta muara sungai Medaksa tersebut.

Imbasnya sampah berbagai jenis tersebut mengambang di perairan dermaga dengan volume mencapai lebih dari 30 kubik.

“Kami petugas SAR ASDP Merak dan beberapa petugas melakukan pembersihan dengan cara mempergunakan peralatan seadanya di antaranya perahu milik nelayan, terpal dan plastik. Diambil menggunakan serokan serta jaring lalu dinaikkan ke darat agar bisa diangkut untuk dibuang ke tempat pembuangab akhir,” terang Radmiadi selaku komandan SAR PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Merak Provinsi Banten mendampingi GM PT. ASDP Merak Fahmi Alweni kepada Cendana News, Rabu (20/12/2017).

Radmiadi menyebut sampah di area perairan tersebut diakuinya mengganggu kebersihan lingkungan dermaga bahkan sebagian ada sampah bangkai binatang yang terbawa arus banjir sungai.

Jika tidak dibersihkan, imbuhnya, material sampah tersebut sebagian tenggelam di dasar perairan dermaga dan bisa berimbas pendangkalan, sementara sampah yang masih mengambang sebagian berupa material sampah berukuran besar bisa mengganggu olah gerak kapal terutama pada baling baling kapal roll on roll off (Roro).

Petugas melakukan pembersihan di sela-sela aktivitas kapal roro bersandar di dermaga. [Foto: Ist]
Pembersihan disebutnya dilakukan selama empat hari sejak Minggu (17/12) hingga Rabu (20/12) dimulai dari pengerahan personil kebersihan anggota SAR PT. ASDP Merak yang melakukan penyisiran ke area dermaga. Meski disebutnya aktivitas tersebut dilakukan pada saat dermaga sedang tidak ada pelayanan bongkar muat kapal atau saat kapal sedang berhenti sandar.

Material sampah yang cukup banyak disebutnya terlebih dahulu dikumpulkan di tepi dermaga dan dilakukan pemilahan antara sampah tak bermanfaat dan sampah bermanfaat yang masih bisa dijual oleh pemulung yang ikut membantu pembersihan sampah tersebut.

“Pembersihan kami lakukan sebab angkutan liburan sekolah, Natal, dan tahun baru intensitas pelayanan kapal penyeberangan semakin tinggi sementara cuaca ikut menyumbang sampah yang merusak pemandangan, kebersihan dan membahayakan aktivitas kapal,” ungkap Radmiadi.

Hingga hari keempat pembersihan sampah ia menyebut penyisiran di semua dermaga hampir selesai dilakukan. Meski sebagian sampah masih dalam proses pengangkatan dari perairan dermaga dan menunggu mobil sampah.

Upaya menjaga kebersihan lingkungan perairan pelabuhan disebutnya kerap diimbau melalui larangan agar penumpang kapal tidak membuang sampah melalui pagar kapal sehingga setiap kapal disediakan fasilitas kotak sampah.

Pasca pembersihan sampah tersebut, ia berharap tanpa adanya hujan dan banjir serta arus kencang, areal perairan dermaga tidak akan terkotori dengan beragam jenis sampah yang mengganggu pelayaran dan merusak pemandangan.

Radmiadi juga menyebut kerap mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di dekat sungai Medaksa dan berada di dekat areal pelabuhan Merak tidak membuang sampah rumah tangga ke sungai yang bisa terbawa arus ke perairan dermaga. Selain sampah menepi kembali ke pantai, sampah di perairan Selat Sunda pun ikut mengganggu aktivitas kapal di lintasan Merak-Bakauheni.

Radmiadi memisahkan sampah-sampah yang akan diangkut menggunakan mobil sampah. [Foto: Ist]
Lihat juga...