Sampang Butuh 1.500 Guru PNS

55

SAMPANG – Hingga saat ini, Kabupaten Sampang masih kekurangan tenaga pendidik (guru) sekitar 1.500 orang yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

“Kami masih kekurangan 1.500 guru PNS dan kekurangan ini tersebar di hampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang,” kata Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Jawa Timur, Arif Budiansor, di Sampang, Kamis (7/12/2017).

Arif menjelaskan, kekurangan jumlah guru PNS sekitar 1.500 orang ini karena banyak guru yang telah pensiun, namun belum ada rekrutmen baru untuk formasi guru.

Disdik, lanjutnya, telah mengajukan tambahan kepada pemerintah pusat terkait kekurangan guru tersebut melalui Pemkab Sampang, tetapi belum terpenuhi.

“Makanya, salah satu cara yang kami lakukan di Kabupaten Sampang untuk memenuhi kebutuhan guru selama ini dengan memberdayakan tenaga sukarelawan yang ada di Sampang,” ujar Arif Budiansor.

Ia mengatakan, lembaga pendidikan di Kabupaten Sampang yang banyak kekurangan guru adalah di wilayah Pantura Sampang. “Di sana banyak lembaga pendidikan yang guru PNS-nya sangat minim dan lebih banyak guru sukarelawan. Kalau di wilayah selatan, masih lebih baik, meski banyak juga yang kurang,” ujar Arif.

Selain faktor kekurangan guru, persoalan pendidikan lainnya yang juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah adalah kepemilikan lahan untuk pendidikan.

Arif Budiansor, lebih lanjut mengatakan, sejumlah sekolah di Kabupaten Sampang masih dibangun di atas tanah milik pribadi warga, sehingga kegiatan belajar mengajar sering terganggu, bila pemilik lahan menggugat tanah milik mereka.

“Kami juga sering menyampaikan setiap ada pertemuan, agar kasus kepemilikan lahan pendidikan ini juga segera diurus, sehingga tidak sering mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa,” katanya. (Ant)

Komentar