Satgas Mafia Pangan Bekuk Penjual Ayam Tiren

SOLO – Jelang Natal dan tahun baru, Satgas Mafia Pangan Polres Karanganyar, Solo Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus penjualan ayam tiren atau mati kemarin. Dua pelaku turut diamankan polisi.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Dyah Wuryaning Hapsari mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan masyarakat, yang menyebutkan ada peredaran ayam tiren di sebuah pasar tradisonal di Karanganyar.

Tim satgas Mafia Pangan langsung menindaklanjuti dan menemukan satu pelaku yang menjual olahan ayam tirem di Pasar Jongke, Karanganyar.

Salah satu pelaku penjual ayam tiren saat digelandang petugas. Foto: Harun Alrosid

“Dari pengakuan, penjual olah tiren di pasar ini mengaku mendapatkan dari seseorang yang beralamat di Gayamdompo, Karanganyar kota. Setelah dilakukan pengembangan, petugas menemukan satu pelaku sebagai penyetor ayam tiren itu,” ungkap Kompol Dyah di sela pemusnahan ayam tiren di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karanganyar, Rabu (13/12/2017) sore.

Dua pelaku yang diamankan petugas adalah, Lasmi, sebagai penjual olahan ayam tiren. Sedangkan Kasiman yang bertugas mencari ayam tiren dan menjual kepada Lasmi.

Dari pengakuan kedua pelaku, ayam tiren didapatkan dari peternakan ayam yang ada di wilayah Jumantono.

“Saat meminta ayam mati itu, pelaku mengaku akan digunakan untuk pakan lele. Tapi ternyata dijual kepada orang lain untuk dijadikan masakan dan dijual kembali,” urainya.

Satu ayam tiren dijual kepada Lasmi dengan harga Rp2.000. Sementara, tersangka Lasmi menjual olahan ayam tiren sudah dipotong-potong dan menjadi masakan matang. Aksi tipu-tipu dengan menjual ayam tiren ini tak tanggung-tanggung, karena sudah berlangsung hampir 3 tahun. Modus yang digunakan dalam menjual olahan ayam tiren inipun dengan harga lebih murah dibanding harga pada umumnya.

“Jumlah total yang diamankan satgas mafia pangan ini sebanyak 23 ekor ayam. Selain itu, petugas juga mengamankan satu buah sepeda motor yang digunakan untuk operasional,” tandasnya.

Kedua pelaku diancam dengan Pasal 135 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012, tentang pangan dengan ancaman 2 tahun penjara.

Sementara itu, staf Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Karanganyar menambahkan, adanya peredaran ayam tiren jelas merugikan konsumen.

Sebab, ayam tiren rentan akan adanya penyakit yang dapat menular bagi yang mengonsumsi maupun orang yang bersinggungan secara langsung. Sejumlah penyakit yang dapat ditularkan dari ayam tiren seperti avian influenza (AI), kolera, penyakit pernafasan dan lain sebagainya.

“Yang jelas kalau tiren pasti tidak sehat. Ada residu yang orang mengkonsumsi dapat tertular. Mereka yang bersentuhan langsung dengan ayam tiren juga rentan tertular penyakit dari hewan unggas tersebut,” katanya.

Lihat juga...