Sejumlah Daerah Minati Produk UMKM Maluku Utara

TERNATE  – Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Maluku Utara (Malut), kini mulai diminati terbukti dengan meningkatnya permintaan produk lokal dari beberapa daerah di Indonesia.

“Ini menjadi langkah yang baik bagi usaha home industry atau industri kreatif di daerah ini, ” kata Pemilik Rumah Oleh-Oleh Malut, Kustalany Syakir di Ternate, Jumat.

Dia mengatakan, saat ini untuk produk UMKM yang berada di Rumah Oleh-oleh terus mengalami peningkatan permintaan, baik dari fashion sampai pada produk pangan.

Bahkan pada hari ini, ada permintaan produk olahan minuman kemasan Aer Guraka yang dimiliki oleh Pakesang untuk dikirimkan ke Danlanal Surabaya sebanyak 2.500 Cup sehingga itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat baik.

“Sebelumnya kami telah menawarkan beberapa produk yang ada, mulai dari Kopi Guraka, Sirup Pala, aer guraka dan ternyata aer guraka terpilih untuk diikutkan dalam kuliner se-Indonesia,” katanya.

Selain itu, saat ini pihaknya telah berencana untuk mengekspor ikan asin (ikan garam) dan juga teri (ikan ngafi) ke Dubai. Tetapi sementara masih menunggu pemeriksaan laboratorium. Sebelumnya, ada pihak pembeli dari Dubai menginginkan untuk mengekspor ikan asin dan teri. Terlebih dahulu sebanyak empat sampel telah dikirimkan.

“Sudah selama satu bulan dari masa pengiriman hingga sekarang, kita menunggu hingga hasil pemeriksaan dari laboratorium. Jika hasilnya bagus maka kita langsung melakukan ekspor, karena bahan baku telah tersedia di beberapa daerah di wilayah Malut seperti Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Barat dan beberapa daerah lainnya,” katanya.

Lani mengaku, untuk permintaan yang direncanakan oleh pengekspor adalah cukup banyak, dan pengirimannya sudah pasti menggunakan kontener, sehingga pada kesempatan pengiriman sampel kemarin, dia mengirimkan sebanyak empat sampel yang didapatkan dari berbagai daerah di Malut, mulai dari yang bertipe kecil, sedikit besar, sedang dan besar.

Bahkan dari beberapa permintaan tersebut, ia menilai bukan hanya pada ketertarikan produk lokal pada fashion, seperti batik tenun dan lainnya. Tetapi juga kepada produk olahan pangan. Sehingga menjadi suatu langkah yang baik bagi Malut. Hal ini dapat berdampak pada perekonomian Malut. (Ant)

Lihat juga...