Seminggu Jelang Natal, Harga Ayam Potong di Sikka Alami Kenaikan

MAUMERE –– Seminggu jelang Hari Raya Natal 25 Desember 2017 harga jual ayam potong di Pasar Alok Maumere mengalami kenaikan dari 15 ribu rupiah per kilogramnya menjadi 19 sampai 22 ribu rupiah per kilogramnya.

“Kalau hari biasa kami biasanya jual 45 sampai 50 ribu rupiah seekornya untuk ayam dengan berat 2 kilogram, seminggu ini terus mengalami kenaikan. Hingga kami menjualnya ke pembeli 60 sampai 65 ribu rupiah seekornya,” ujar Agustina Balundung Senin (18/12/2017).

Kepada Cendana News yang menemuinya di Pasar Alok yang merupakan pasar terbesar di Kabupaten Sikka, Agustina menyebutkan, ayam yang dijual pedagang di Pasar Alok diambil sendiri di peternak dengan menyewa mobil pick up sendiri.

“Biasanya kami sewa dari pedagang yang biasa mengantar dimana untuk satu ekor ayam kami membayar seribu rupiah. Saya biasanya sekali beli paling banyak 50 ekor ayam,” ungkapnya.

Meskipun mendekati Hari Raya Natal tutur Agustina, pembeli masih sepi dimana paling banyak sehari hanya bisa terjual 10 ekor saja. Biasanya tahun 2016 lalu sebelum Natal pihaknya bisa menjual minimal 50 ekor ayam sehari.

“Di sini ada 27 los penjualan ayam potong dan hampir semua penjualannya masih sepi. Sejak Agustus 2017 harga sewa los juga naik dari 103 ribu sebulan menjadi 118 ribu rupiah sebulan sehingga kami juga paling untung sedikit saja,” bebernya.

Selain harga ayam potong,harga jual ayam kampung pun mengalami kenaikan sesuai ukuran dan beratnya. Untuk ukuran terkecil dijual pedagang dengan harga 100 ribu rupiah dari sebelumnya 75 ribu rupiah sementara ukuran besar dilepas dengan harga 150 ribu rupiah dari sebelumnya 100 sampai 125 ribu rupiah seekornya.

“Para pembeli juga masih sepi dan paling banyak 20 ekor ayam saja kami jual setiap hari walau seminggu jelang hari raya Natal. Tahun 2016 lalu penjualan lebih bagus dimana sehari bisa laku terjual 50 ekor ayam,” sebut Leonardus pedagangn ayam kampung di Pasar Alok.

Menurut Leo, kondisi pasar Alok semakin sepi saja sejak setahun ini akibat banyak pasar seperti Geliting dan Wuring yang juga menjual ayam potong dan ayam kampung juga menjelang hari raya. Pedagang juga semakin banyak dibandingkan sebelumnya.

“Biar sepi kami tetap berjualan meski keuntungan yang kami dapat hanya untuk makan dan transport saja kalau lagi sepi pembeli. Lagipula kalau tidak berjualan kami mau kerja apa selain menanam jaung setahun sekali di lahan kebun di dekat rumah,” pungkasnya.

Lihat juga...