Sepanjang 2017 TMII Gelar 1.000 Pertunjukan

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil memenuhi target kegiatan di 2017. Sebagai lembaga yang bertujuan untuk melestarian budaya bangsa, TMII setiap tahun ditargetkan bisa menggelar 1.000 pertunjukan.

Target pertunjukan kesenian atau pagelaran tersebut menjadi upaya pada pelestarian budaya bukan benda atau intangibel. “Dari segi budaya tak benda yang berupa ragam kesenian tercatat setiap tahun 1000 pertunjukan pagelaran ditampilkan di TMII dan sepanjang 2017 pun demikian,” kata Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), AJ.Bambang Soetanto, Jumat (29/12/2017).

1.000 gelaran kesenian tersebut dalam bentuk festival seni, diklatparade tari daerah, parade lagu daerah, parade musik daerah, pameran, dan pawai kesenian yang dikemas dalam bentuk pekan budaya dan dikemas secara inovasi kreatif. Diantaranya Pekan Imlek, Pekan HUT TMII, Pekan HUT RI, Pekan Lebaran, Pekan Desember, Natal, dan Tahun Baru.

Direktur Utama TMII, AJ.Bambang Soetanto. Foto : Sri Sugiarti.

Semua kegiatan pekan tesebut diisi dengan kegiatan budaya yang bernuansa pendidikan. Hal itu untuk memenuhi harapan TMII menjadi alat untuk memperkuat dan meningkatkan kecintaan pengunjung kepada Indonesia.

Di usianya yang sudah mencapai 43 tahun Bambang menyebut TMII, dalam perjalanan tidak akan lepas dan keluar dari jalur visi misi pembangunannya yaitu melestarikan dan pengembangkan budaya bangsa. TMII dibangun sebagai sarana pendidikan bagi anak bangsa untuk lebih mencintai tanah air melalui cintanya pada budaya bangsa yang nilainya sangat luhur.

TMII juga  sebagai tempat rekreasi wisata yang sehat bagi masyarakat. Dengan visi tersebut TMII diharapkan bisa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang berujung pada tegaknya NKRI. “Itulah yang menjadi misi yang kita pegang terus, tidak pernah pudar justru terus ditingkatkan,” tegasnya.

Dengan luas lahan 150 hektar, TMII menyajikan tidak kurang dari 100 unit lembaga budaya yang dikelompokkan. Yakni  34 anjungan, 20 museum, flora fauna, dan taman rekreasi wisata. 100 unit lembaga budaya tersebut setiap tahun dikelola dengan baik berlandaskan kebudayaan. Dikembangkan dengan pemahaman tentang budaya benda dan budaya tak benda.

Anjungan Bengkulu TMII, Jakarta. Foto: Sri Sugiarti.
Lihat juga...