Separuh Lebih Terumbu Karang di Sulsel, Rusak

Editor: Koko Triarko

55

MAKASSAR — Provinsi Sulawesi Selatan dikelilingi gugusan pulau-pulau kecil. Tak heran, jika kekayaan laut di pulau ini begitu melimpah. Seperti hasil laut  perikanan dan terumbu karang yang indah. Namun, saat ini banyak terumbu karang mengalami kerusakan.

Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, terumbu karang yang ada yang benar-benar baik hanya tersisa 30 persen. Dan, daerah yang paling parah mengalami kerusakan terumbu karang adalah pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Kota Makassar.

“Tujuh puluh persen terumbu karang di Sulawesi Selatan mengalami kerusakan yang sangat parah, baik itu karena penangkapan ikan secara ilegal seperti pembommn dan pembiusan”, kata Andi Baco Tancung, staf bidang penataan laut dan pulau-pulau kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (6/12/2017).

Diperlukan perhatian pemerintah dalam penanganan terumbu-terumbu karang yang ada di Sulawesi Selatan ini, seperti pengawasan terhadap nelayan-nelayan yang melakukan penangkapan secara instan, yaitu pemboman, pembiusan, cantrang serta pukat. Kegiatan penangkapan seperti itu dapat merusak pertumbuhan terumbu karang.

Melihat perkembangan sekarang, pemerintah sudah sangat memperhatikan kerusakan terumbu karang. Misalnya di Kabupaten Pangkep, yang memiliki 115 pulau, kepolisian setempat melakukan pemantauan terhadap nelayan Pangkep, sehingga sekarang terumbu karang di perairan Kabupaten Pangkep mulai membaik.

Baso Tancung mengatakan, pemerintah juga sudah mulai membentuk UPTD, sehingga bisa melakukan monotoring. Juga sosiallisasi pengelolan ikan secara berkelanjutan, sehingga tidak memperparah kerusakan terumbu karang.

“Untuk memperbaiki kerusakan terumbu karang diperlukan transpalansi terumbu karang, selain itu juga menghanyutkan ban-ban bekas sebagai tempat tinggal ikan untuk memperbaiki ekosistem”, kata Baso Tancung.

Hal senada juga disampaikan oleh Ihsan, sarjana kelautan Universitas Hasanuddin yang juga merupakan alumni anggota MCDC (Marine Science Diving Club).

Ihsan sering melakukan penyelaman ke pulau yang ada di Sulawesi Selatan, seperti Pulau Kapoposang, Pulau Bonetambung, Pulau Kodengareng, Pulau Podang-podang Ca’di dan Karangrang.

Kebanyakan perairan yang sudah diselami oleh ihsan mengalami kerusakan yang parah. Hanya Pulau Kapposang yang berada di Kabupaten Pangkep yang terumbu karangnya dalam kondisi baik.

Pulau Bonetambung dan Kodingareng mengalami kerusakan akibat bom ikan. Pulau ini berada di Makassar, pulau lain seperti Podang-podang Ca’di dan Karang yang berlokasi di Kabupaten Pangkep juga mengalami hal yang sama, sedangkan di Pulau Saroppo juga mengalami kerusakan karena dibius.

Ihsan menceritakan, hampir semua perairan yang sudah diselaminya di pulau-pulau yang ada di Sulawesi Selatan mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Saya paling suka view menyelam itu di Pulau Kapoposang, karena keadaan terumbu karangnya masih bagus. Meski tidak rutin, club saya juga sering mengadakan kegiatan tranplantasi terumbu karang untuk memperbaiki kerusakan terumbu karang”, kata Ihsan.

Komentar