Seratusan Pemuda Pancasila Karanganyar Ikuti Diklat Koti

SOLO — Pemuda Pancasila (PP) sebagai salah satu kader bangsa yang bergerak untuk menjaga Pancasila sebagai idiologi bangsa dan mempertahankan NKRI, kemampuannya harus terus digembleng. Seperti halnya yang dilakukan Majlis Pimpinan Cabang (MPC) PP Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, yang menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Komando Inti (Koti) yang diikuti seratusan anggota PP.

Sekertaris MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Paryono menjelaskan, kegiatan ini merupakan diklat pemantaban bagi kader inti PP di Karanganyar. Materi Diklat Koti ini meliputi sejarah Pemuda Pancasila dan kiprahnya, pemahaman Narkoba dan Kenakalan Remaja dari Polres Karanganyar, serta Bela Negara yang diberikan oleh Kodim 0727 Karanganyar.

“Diklat ini diikuti 170 anggota PP Karanganyar, yang tujuannya mereka menjadi garda terdepan untuk mempertahankan Pancasila dan NKRI,” ujar Paryono kepada Cendana News, Minggu (17/12/2017).

Selain itu, diklat yang digelar di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso memberikan pemantaban akan tugas dan fungsi sebagai Komandan Inti PP. Hal ini karena Pancasila sebagai idiologi bangsa mulai ada yang berani mengganggu dengan akan menggantinya dengan idiologi lain. PP memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri menjadi garda terdepan dalam mempertahankan Pancasila.

“Karena sekarang mulai banyak yang berani mengotak-atik, dan mengganggu Pancasila. Maka PP harus mempersiapkan diri untuk menjadi garda terdepan dalam mempertahankan Pancasila. Karena Pancasila adalah idiologi yang pas di negara ini. Dengan kemajemukan yang ada, Pancasila adalah idiologi yang relevan,” lanjut Plt Ketua MPC PP Karanganyar.

Peserta Diklat Koti setelah selesai mengikuti kegiatan selama dua hari di Balai Desa Segorogunung, Karanganyar/Foto: Harun Alrosid

Digelarnya Diklat Koti bagi anggota PP MPC Karanganyar menjadi bekal sebelum mereka turun ke masyarakat. Sejuah ini, struktur organsiasi PP Karanganyar selain PAC di tingkat kecamatan, sudah sampai di tingkat ranting atau desa.

“Sudah 95 persen pengurus di tingkat ranting sudah terbentuk. Olah karena itu, sebelum mereka turun ke masyarakat, kita berikan rasa cinta dan rasa memiliki Pancasila. Mereka menjadi garda terdepan untuk sosialisasi kepada masyarakat untuk membumikan Pancasila,” tandasnya.

Ditambahkan Komandan Koti Pemuda Pancasila Karanganyar, Agus Pramono Jati, Diklat Koti merupakan lanjutan diklat yang digelar di setiap Kecamatan. Seratusan anggota PP yang mengikuti Diklat Koti merupakan gabungan pemuda dari berbagai organisasi masyarakat maupun partai politik.

“Pemuda Pancasila bukan merupakan ormas sayap partai apapun. Anggota PP dari berbagai partai, suku, kelompak lainnya. PP juga berasal dari berbagai latar belakang seni bela diri Indonesia semua bergabung menjadi penjaga Pancasila dan NKRI,” imbuhnya sembari menambahkan Diklat Koti diakhiri dengan proses pembaretan.

Lihat juga...