Sikka ‘Kabupaten Koperasi’ tak Sekedar Jargon

MAUMARE – Disematkannya label Kabupaten Sikka sebagai kabupaten koperasi, sudah tepat dan bukan hanya sekedar jargon. Pasalnya, di daerah ini terdapat banyak koperasi besar, bahkan KSP Kopdit Pintu Air sudah tembus level nasional.

“Sikka merupakan kabupaten koperasi bukan sekedar jargon, sebab memiliki sejarah panjang kehidupan berkoperasi yang dimulai sejak 1960-an dan 1970-an lahir dan banyak koperasi yang berkembang pesat hingga saat ini,” ujar Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, Selasa (19/12/2017).

Wakil Gubernur Provinsi NTT, Drs. Benny Litelnoni. -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Ansar, meski Koperasi Unit Desa (KUD) gulung tikar, keyakinan bahwa koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional tidak pernah luntur di Kabupaten Sikka.

Hal itu menurutnya dibuktikan saat KUD mengalami kolaps, koperasi kredit di Sikka tumbuh menjadi koperasi besar seperti KSP Kopdit Obor Mas, Pintu Air, Suber Huter, Tuke Jung, Mitan Gita, Hiro Heling dan lainnya.

“Terdapat 431 buah koperasi di Sikka, dan 163 koperasi di antaranya berbadan hukum dengan anggota 291.193 yang tersebar di beberapa wilayah Provinsi NTT dan di daerah lain. Juga terdapat 268 pra koperasi,” jelasnya.

Baca: Menkop Tegaskan Koperasi Jangan Dipakai Alat Politik

Dari 163 koperasi tersebut, kata Ansar, 1 koperasi primer pusat, 5 buah koperasi primer provinsi dan 157 koperasi primer kabupaten. Total omset koperasi mencapai 8 triliun rupiah lebih dengan total aset 1 triliun rupiah lebih.

“Kami berterima kasih kepada bapak presiden dan menteri koperasi yang tanpa henti menginspirasi dan mendorong kami untuk giat menyejahterakan rakyat melalui koperasi,” tuturnya.

Lihat juga...