Situs Sejarah tak Terekspos, Disdikbud Balikpapan Lakukan Inventarisasi

Editor: Satmoko

56
Situs sejarah di Balikpapan yang tak terawat di kawasan Pantai Manggar Balikpapan. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Masih banyaknya situs sejarah yang belum terekspos, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan melakukan inventarisasi situs sejarah atau cagar budaya yang ada di Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muhaimin menuturkan, inventarisasi situs sejarah yang ada di Balikpapan hingga saat ini terus dilakukan pihaknya. Karena masih banyak situs cagar budaya yang belum terekspos masyarakat, mengingat kondisi yang memprihatinkan dan situs tersebut berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

“Kami cek semua sesuai SK yang ada, mulai tahun 2011. Tahun 2017 kembali kita cek termasuk situs sejarah yang berada di lingkungan masyarakat,” terangnya Kamis (7/12/2017).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin. Foto: Ferry Cahyanti

Untuk diketahui, sebelumnya, pengelolaan situs sejarah dikelola langsung oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Namun, tahun ini, sejak adanya peralihan struktur organisasi, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mengelola.

“Kita cek ke lapangan langsung, baik itu cagar budaya yang terawat maupun tidak terawat. Kalau situs itu masuk kategori tidak terawat, kita akan cek, ini salah siapa. Apakah juru pelihara yang tidak mengerjakan atau bagaimana,” papar Muhaimin.

Ia menyebutkan juga sedang melakukan evaluasi situs sejarah yang terdata, termasuk juru pelihara atau orang yang ditunjuk untuk memelihara situs sejarah tersebut. Karena juru pelihara cagar budaya diberi honor oleh pemerintah.

“Juru pelihara ini menerima honor sekiranya Rp 1 jura per orang untuk per bulan. Maka kami evaluasi lagi mereka harus melaksanakan kewajiban sebagai juru pelihara,” imbuhnya.

Salah satu cagar budaya yang memprihatinkan kondisinya adalah meriam peninggalan bangsa Jepang yang berada di kawasan Markoni, Kelurahan Damai. Kondisinya tidak terawat dan sangat jarang orang mengetahui kalau ada cagar budaya di kawasan tersebut.

Muhaimin menambahkan, upaya yang dilakukan agar cagar budaya dapat terawat dengan baik adalah melakukan evaluasi perawatan dan mengecek satu per satu cagar budaya yang terdata melalui SK tertulis.

“Kita evaluasi kembali situs sejarah termasuk juru peliharanya. Selanjutnya cek satu per satu cagar budayanya sesuai dengan SK,” tambahnya.

Komentar