Sri Mulyani: Penerimaan Negara dari Bea dan Cukai Lebihi Target

JAKARTA — Sejumlah sektor penerimaan negara dilaporkan telah sesuai atau mencapai target yang ditetapkan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2017.

Salah satu sumber pendapatan negara bahkan ada yang melebihi 100 persen atau surplus dari target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu berasal dari sektor Bea dan Cukai.

Demikian disampaikan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI kepada wartawan saat ditanya terkait pencapaian penerimaan pendapatan negara sepanjang 2017.

Sri Mulyani menjelaskan, penerimaan atau pendapatan negara dari bea dan cukai sepanjang 2017 lebih dari Rp2 triliun, melebihi target yang dibebankan dalam APBN 2017.

Sri Mulyani juga mengapresiasi kinerja Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah berhasil merealisasikan target penerimaan negara yang telah ditetapkan Pemerintah. Ini menunjukkan, kinerja Ditjen Bea dan Cukai dari tahun ke tahun terus mengalami pembenahan dan perbaikan di berbagai sektor, salah satunya berusaha mengoptimalkan sektor pendapatan dari pajak keluar masuk atau ekspor impor.

“Mudah-mudahan, di sisa waktu yang hanya tinggal beberapa hari ini atau di penghujung 2017 dapat kita optimalkan dengan baik”, jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya wartawan terkait realisasi pendapatan atau pemerimaan negara dari sektor pajak, Sri Mulyani menjelaskan, bahwa saat ini dirinya belum bisa mengungkapkan kepada publik. Dirinya berdalih akan segera mengumumkan realisasi dari sektor perpajakan pada 2 Januari 2018 mendatang, karena pihaknya hingga saat ini masih menghitung nilai nominal angkanya.

“Khusus untuk sektor pajak atau perpajakan, kita tentu masih harus menunggu hingga penutupan tahun atau sampai  31 Desember 2017, kemudian nanti kita hitung semuanya, pasti akan segera kita sampaikan berapa total nilai nominalnya. Mudah-mudahan tanggal 2 Januari 2018 kita bisa umumkan”, pungkasnya.

Lihat juga...