Stabil Minta Pemkot Balikpapan Tegas Menindak Pelaku Pencemaran Sungai

BALIKPAPAN — LSM lingkungan Stabil menyoroti persoalan pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota Balikpapan. Pemerintah kota diminta lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap pencemaran lingkungan.

Program Officer LSM Lingkungan Stabil, Heri Sunaryo menilai dalam penanganan dan tidak tegas dalam penindakan terhadap pencemaran lingkungan terkesan lamban. Contoh penanganan lambat penanganan pencemaran lingkungan di Sungai Pasar Baru.

“Pemerintah kota harusnya lebih tegas dalam melakukan pengawasan terlebih di wilayah sungai tersebut terkait dengan pengelolaan limbahnya,” ungkapnya Kamis, (14/12/2017).

Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), dikatakan Heri, terdapat kewajiban pemerintah kota untuk melakukan audit lingkungan sebagai bentuk pencegahan terjadinya tindak pidana lingkungan hidup.

“Dengan dasar itu maka kejadian pencemaran lingkungan dapat diminimalisasi. Harapannya pemerintah bertindak cepat apabila ditemukan pencemaran lingkungan,” tandasnya.

Menurutnya, pencemaran lingkungan di kota minyak ini bukan hanya sekali, namun sudah cukup banyak terjadi baik itu limbah cair dan minyak. Sehingga pemerintah kota dituntut untuk melakukan perbaikan terhadap pengelolaan lingkungan.

“Ini harusnya menjadi catatan untuk proses perbaikan dan pembenahan dalam menata lingkungan baik dan sehat. Belum lama ini pernah ada temuan limbah cair di Sungai Ampal. Kemudian kami juga sudah laporkan ke Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan terkait temuan limbah medis di pantai,” sebutnya.

Pihaknya berharap pemerintah Kota Balikpapan juga lebih cepat dan sigap dalam penanganan pencemaran lingkungan.

Lihat juga...