Sumur Tua di Magetan, Kuburan Massal 114 Korban Kekejaman PKI

JAKARTA — Sumur tua, sepertinya menjadi salah satu tempat favorit Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menguburkan korban pembantaiannya.

Mungkin banyak yang mengetahui bahwa hanya sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta merupakan tempat untuk mengubur korban kekejaman PKI, karena disana ditemukan tujuh jasad Pahlawan Revolusi. Namun ternyata masih ada sumur lain, yakni di tengah kebun tebu Rejosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Mediun, yang menjadi tempat penguburan massal korban pembantaian.

“Ini menjadi bukti sejarah pembantaian dan pemberontakan PKI di Madiun, “ kata Dr. Sulistyowati, S.H., M.H., Koordinator Tim Advokasi Yayasan Masyarakat Peduli Sejarah (YMPS), beberapa waktu yang lalu.

Menurut Sulistyowati, setiap tahun, para keluarga korban pembantaian dan juga masyarakat, pada bulan September dan awal Oktober, datang untuk melakukan tabur bunga, bahkan menyelenggarakan tahlilan di sumur tua itu. “Mereka mendoakan para korban yang dibantai PKI, “ bebernya.

Korban yang dimasukkan ke dalam sumur tua itu menurut orangtua/ sesepuh setempat, disitu ada Bupati Magetan, para anggota kepolisian, kepala pengadilan Magetan, para kiai, dan warga masyarakat lainnya.

“Tepatnya mengenai nama-nama orang yang dibantai PKI bisa dibaca di tembok monumen tersebut, “ beberanya lagi.

Di samping sumur tua itu, masih ada lima sumur lagi, yang dipakai sebagai tempat penguburan massal dari para korban pembantaian yang dilakukan oleh OKI yang kesemuanya berjumlah sekitar 114 orang.

“Itu korban pembantaian yang tercatat, dan saya yakin masih banyak lagi, “ katanya.

Lebih lanjut, Sulistyowati menerangkan, beberapa tahun setelah kejadian pembantaian yang sadis dan bangis oleh PKI tersebut, di sumur tua di tengah kebun tebu itu didirikan Tugu Monumen.

“Ini merupakan peringatan dan bukti sejarah atas kekejaman PKI terhadap rakyat dan bangsa Indonesia, padahal umur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih sangat muda, baru berusia tga tahun, “ ungkapnya.

Sulistyowati mengecam keras upaya sejumlah pihak yang telah berupaya untuk mengungkit-ungkit sejarah kelam bangsa Indonesia di masa lalu. “Adanya upaya untuk menghilangkan kondisi yang sebenarnya terjadi dengan dalih untuk meluruskan sejarah,” bebernya. Hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap HAM, tambahnya.

“Kami juga menilai banyaknya keluarga dari anggota masyarakat yang dibunuh secara keji dan sadis serta masih adanya anggota masyarakat yang hidup atas tindakan biadab di luar rasa batas kemanusiaan oleh PKI, merupakan korban yang harus dilindungi martabat, kehormatan juga hak azasi manusianya,“ tegasnya.

Lihat juga...