Susah Sinyal, Rekonstruksi Hubungan Orang Tua dengan Anak

Film ini cukup menghibur. Alur ceritanya mengalir lancar. Dialog-dialog cukup membuat kita merenungkan sesuatu yang sering kita lupakan, yakni menyelami anak daripada mendikte anak dengan apa yang diharapkan para orangtua. Betapa memang sebaiknya para orang tua menyelami anak, apa yang sebenarnya dimaui, diingini dan disenangi anak jaman now? Tugas orangtua memang menyelami dan kemudian membimbing, bukan mendikte atau menjejal-jejalkan apa yang diharapkan orang tua.

Ungkapan yang disampaikan Kahlil Gibran masih tetap relevan sampai sekarang, bahwa anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya. Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.

Setelah sukses dengan film ‘Cek Toko Sebelah’, Ernest Prakasa tampak seperti punya beban yang sangat berat dalam menggarap film ini. Membangun memang lebih mudah daripada mempertahankan. Untuk film ini, Ernest menggarap skenario bersama Meira Anastasia dengan tetap mengandalkan Jenny Jusuf sebagai konsultan skenario.

Bahkan, karena film ini mengangkat dunia pengadilan sehingga harus menyertakan banyak konsultan di bidang hukum, seperti di antaranya, Roslina Verauli, M.Psi., Stefanus Haryanto, SH., LLM., Pandu Gunawan, SH., Arry Wibowo, SH, MH.

Ernest tipe seorang kreator yang terbuka dengan siapa saja dalam membangun cerita filmnya dengan kuat. Itu sah-sah saja. Dan, memang sangat diperlukan untuk memperdalam ceritanya. Ernest bener-benar seperti menjadi arranger dalam orkestra film-film garapannya. Ernest bukan hanya memimpin produksi film secara teknis dengan melibatkan kru film seperti diantaranya penata kamera, penata artistik, penata busana, penata rias, penata suara, penata musik, penata gambar hingga para pemeran. Juga melibatkan konsultan komedi maupun konsutan hukum sesuai tema dalam film ini.

Lihat juga...