Susah Sinyal, Rekonstruksi Hubungan Orang Tua dengan Anak

Lelucon dalam film ini cukup efektif dengan karakterisasi para pemerannya. Beberapa karakter dalam film ini ditampilkan stereotipe yang klise, seperti seorang artis yang sangat sombong dan terkesan kurang pintar. Tetapi kebanyakan karakter bisa tampil sangat kocak. Bisa bayangkan seorang Asri Welas melakukan capoeira. Nah, lelucon karakter semacam ini yang bekerja sangat ampuh dalam film ini.

Hanya saja, ada dialog yang cukup mengganggu, dalam beberapa adegan terselip dialog, “Kalau ingin tahu, kawin saja dengan China”. Dalam konteks karya kreatif tentu sah-sah saja. Apalagi dalam dunia stand up comedy yang membesarkan Ernest Prakasa. Tapi, terdengar rasis sekali. Ernest memang China, tapi dengan dialog China tersebut seperti membenturkan diri dalam ke-China-an. Apakah ini memang disengaja sebagai banyolan semata atau sebagai sebuah sindiran yang sinis atas polemik politik di negeri ini?

Terlepas dari gangguan dialog yang bernuansa rasis itu, kita tentu tetap memberi apresiasi pada film ini yang matang dalam penggarapan dari segi cerita dan cerdas dialog-dialognya. Mengusung drama komedi, film ini memang kuat unsur dramanya dan sungguh renyah unsur komedinya.

Sepanjang film berdurasi 110 menit, penonton dibuat lepas tertawa, tapi juga merenungkan beberapa dialog yang dihadirkan. Arie Kriting sebagai konsultan komedi patut diacungi jempol, menjadikan film ini sebagai tontonan yang cukup menghibur di akhir tahun 2017.

Lihat juga...