Tahun 2017, Keberhasilan Tanam Bambu di Kalimantan Capai 90 Persen

BALIKPAPAN — Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan mengkalim tingkat keberhasilan penanaman bibit pohon bambu sepanjang 2017 mencapai 90 persen dari sekitar 3000 pohon yang ditanam.  Pada 2017 ini penanaman pohon bambu dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Tujuan P3E Kalimantan menanam pohon bambu karena tanaman jenis ini mampu menyerap 90 persen air hujan sebelum terbuang percuma ke laut. Di Kaltim sendiri bibit pohon bambu ditanam di Bontang dan Balikpapan. Sedangkan Kalsel ditanam di Kabupaten Tapin dengan luas 5 hektare.

“Sepanjang 2017 yang kami tanam itu berhasil 90 persen. Harus berhasil dan kami tanam di hutan lindung, hutan kota dan eks lahan tambang. Kalau yang di Kabupaten Tapin itu tanam di lahan eks lahan tambang sekitar 5 hektare,” terangnya saat ditemui di kantornya jalan Jenderal Sudirman Balikpapan.

Di Kota Balikpapan, bibit pohon bambu ditanam pada sepanjang batas kawasan hutan lindung Sungai Manggar (HLSM) dengan lahan penduduk dan melakukan kegiatan penyiapan lahan untuk pembibitan.

“Pada bulan Maret 2017 itu yang ditanam sebanyak 215 batang. Di daerah itu juga dilakukan penyemaian dan pembibitan. Kami juga mengajak pengelola kesatuan pengelolaan hutan (KPHP) Bongan,” papar pria yang akrab disapa Sony pada hari Rabu, (13/12/2017).

Tercatat pada bulan September 2017, penanaman bambu di lokasi pinggir jembatan tol Balikpapan-samarinda di kawasan hutan lindung Sungai Manggar (HLSM) di lahan seluas 2 hektare dengan jumlah bambu yang ditanam 650 rumpun.

“Lanjut tanam di lahan seluas 5 hektare dengan jumlah 2000 pohon di kota Bontang. Kemudian eks lahan tambang juga ditanami di Kalsel sekitar 5 hektare. Pada 16 Desember nanti kita juga sediakan 500 bibit bambu di tanam kawasan Waduk Teritip,” tukasnya.

Dikatakannya, penanaman pohon bambu sangat cocok di daerah tropis dan asia. Sehingga tingkat keberhasilan dan manfaatnya akan lebih besar.

“Sejak 2014 P3E komit memprakarsai menanam bambu karena manfaat penyerapan air hujan nya yang lebih besar. Untuk satu hektare tanam bambu estimasinya sekitar Rp15 juta. Itu untuk bibit dan jaminan hidup 3 bulan,” imbuhnya.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan Tri Bangun L Sony/Foto: Ferry Cahyanti.
Lihat juga...