Tapin Siapkan Lahan Bawang Merah 120 Hektare

RANTAU – Petani Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, siap memproduksi bawang merah sebanyak 960 ton untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin, mengatakan Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pertanian menyiapkan 120 hektare lahan untuk ditanami bawang merah. Dari luas lahan tersebut akan menghasilkan bawang merah dengan total sekitar 960 ton.

“Rata-rata per hektare kita mendapatkan 8 ton bawang merah, jadi kalau 120 hektare bisa mencapai 960 ton,” katanya, di Rantau, Senin (25/12/2017).

Ia mengatakan, demi mendukung dan memenuhi pasar ekspor, Pemerintah Kabupaten Tapin akan menjalin kerja sama dengan Asosiasi Perbenihan Bawang Merah Indonesia (APBMI) yang siap mendukung pembanguan pertanian bawang merah di Tapin.

Dijelaskannya, kini pengusaha dan importir bawang merah juga siap membantu menyediakan bibit bawang merah unggulan yang sesuai dengan permintaan pasar luar negeri.

“Pengusaha dari APBMI juga siap menyediakan tenaga ahli untuk membantu para petani dalam pengembangan bawang merah mulai dari tanam hingga pascapanen,” katanya.

Menurut Wagimin, APBMI siap membantu mulai dari penyediaan bibit bawang merah unggulan hingga tenaga ahli untuk membantu petani bawang merah di Tapin.

Beberapa daerah yang kini dijadikan sentra pertanian bawang merah di Kabupaten Tapin, di antaranya di Kecamatan Tapin Selatan, Hatungun, Salam Babaris, Piani, dan Binuang.Bawang merah asal Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, kini mulai membanjiri pasar Thailand yang merupakan salah satu negara tujuan ekspor daerah bawang Indonesia.

Sebelumnya, bawang merah asal Kabupaten Tapin mulai diekspor atau dipasarkan ke luar negeri pada awal Desember 2017 dan diharapkan ekspor tersebut akan terus berlanjut.

“Awal Desember 2017, kami mulai ekspor bawang merah ke Negeri Gajah Putih tersebut sebanyak 16 ton,” kata Wagimin.

Menurut Wagimin, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tapin memasarkan bawang merah tersebut, berkat kerja sama dengan Asosiasi Perbenihan Bawang Merah Indonesia (APBMI).

“Alhamdulilah, bawang merah kita dapat diterima oleh masyarakat Thailand,” katanya. (Ant)

Lihat juga...