Tedak Siten, Tradisi Tujuh Bulanan Bayi

PONOROGO — Bayi yang sudah berumur tujuh bulan dalam adat Jawa harus diadakan prosesi adat yang diberi nama ‘Tedak Siten’. Di bumi reog, prosesi juga dilakukan dengan harapan agar nantinya bisa tumbuh dengan sehat.

Salah satu tetua, Jeminah mengatakan, prosesi adat seperti ini memang sudah menjadi tradisi.

Ia menyebutkan, dalam prosesi tersebut, ada beberapa hal yang harus disiapkan, pertama, berbagai menu makanan, mulai dari tumpeng hingga jadah atau beras ketan yang sudah diolah.

“Selain itu, ada bunga setaman untuk mandi lengkap dengan uang receh yang nanti diperebutkan oleh anak-anak kecil,” jelasnya kepada Cendana News, Minggu (10/12/2017).

Menariknya, sebelum dimandikan, bayi terlebih dahulu ditaruh didalam kandang atau kurungan bersama dengan ayam dan beras yang ditaruh di dalam piring. Nantinya bayi akan memegang ayam dan beras, mulai dari kaki dan tangan.

“Setelah itu dimandikan dengan bunga, nanti ada beberapa anak kecil yang berebut uang receh didalam bak mandi,” ujarnya.

Prosesi tedak siten/ foto : Charolin Pebrianti

Usai dimandikan, bayi akan dipakaikan baju baru dan jarik atau selendang batik baru lengkap dengan kalung, gelang dan cincin emas. Kemudian bayi digendong dan diberi untaian bunga dilanjutkan menginjak jadah serta beberapa menu makanan lain yang akan dibagikan.

“Makanan nantinya akan dibagikan ke warga yang ikut acara ini usai dibacakan doa,” tukasnya.

Adanya acara tedak siten khas Ponorogo ini diharapkan agar bayi tumbuh menjadi anak yang aktif, sehat dan berguna bagi nusa bangsa dan agama. Serta mampu menghadapi semua permasalahan dengan baik. Simbol jadah warna warni dijadikan gambaran permasalahan hidup yang akan dilalui hingga menemukan jalan terang.

Lihat juga...