Temuan Limbah Liar, Masyarakat Balikpapan Diimbau Proaktif

BALIKPAPAN – Minimnya personil dalam pengawasan dan banyaknya jumlah perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan ke dinas terkait jika menemukan limbah ataupun terjadinya pencemaran lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suryanto mengimbau masyarakat apabila menemukan pengelolaan limbah yang tidak sesuai dengan pengelolaan lingkungan supaya bertindak tegas.

“Segera lapor ke DLH, jika melihat ada pelaku usaha yang tidak beres dalam melakukan pengelolaan limbah. Kami siap melakukan pembinaan,” jelasnya Rabu (27/12/2017).

Menurut Suryanto, setiap usaha dengan izin lingkungan berupa analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan upaya pemantauan lingkungan maupun pengelolaan lingkungan hidup lanjutan wajib dipenuhi perusahaan. Karena, setiap usaha harus sesuai dengan izin lingkungan.

“Izin tempat penyimpanan sementara (TPS) dan limbah bahan berbahaya serta beracun juga harus dikelola dengan baik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Balikpapan.

Sedangkan untuk usaha dengan izin lingkungan berupa SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup) tidak wajib mengurus izin lanjutan.

“Pada sub itulah yang akan kami lakukan pemantauan di lapangan. Karena setiap usaha harus sesuai dengan izin lingkungannya. Baik itu Amdal, Ukl-Upl, maupun SPPL,” terang Suryanto.

Suryanto menegaskan, upaya yang terus dilakukan adalah dengan melakukan pengawasan yang lebih ketat sesuai sop yang ada.

“Kami juga akan libatkan PHRI dalam pengawasan pengelolaan limbah khususnya yang berkaitan dengan rumah makan,” ujarnya.

Bahkan perusahaan yang sudah berhasil mengelola limbah dengan baik juga akan menjadi narasumber untuk menularkan ilmu.

Untuk diketahui, pada tahun 2017 ini ditemukan limbah cair di Sungai Ampal dan limbah medis di Pantai Balikpapan. Selanjutnya setelah ditemukan pihak terkait melakukan upaya pengawasan.

Lihat juga...