Timnas Panjat Tebing Jalani Training Camp di Rusia

TYUMEN – Tim Nasional (Timnas) Panjat Tebing menjalani training camp selama tiga pekan di Rusia. Timnas langsung berangkat ke Negeri Beruang Merah usai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing XVI di Yogyakarta. Kini, timnas tengah berada di Kota Tyumen, Rusia.

Rusia jadi pilihan untuk training camp lantaran negara itu memiliki atlet-atlet panjat tebing dengan kemampuan yang merata baik di nomor speed, lead maupun boulder. Di nomor speed putri, Rusia memiliki Luliia Kaplina yang masih menjadi pemegang rekor dunia dengan catatan waktu 7:32 detik.

Di nomor speed putra, Rusia juga memiliki atlet-atlet papan atas dunia seperti Aleksandre Shikov yang meraih emas Climbing World Cup di Wujiang, China, Oktober lalu. Selain itu, suhu udara dingin dengan oksigen yang tipis di Tyumen juga bagus bagi atlet untuk meningkatkan VO2 maks.

Tyumen sendiri berada di Rusia bagian tengah, berjarak 1.700 km dari Ibu Kota Rusia, Moskow. Pada puncak musim dingin, suhu udara di Tyumen bisa mencapai minus (-) 50 derajat celcius.

“Untuk memastikan (medali) emas, kita perlu pencapaian best time yang mendekati world record melalui peningkatan kemampuan teknik dan taktik. Nah, best time ini sangat efektif dicapai dengan latih tanding secara riil dengan lawan negara lain,” papar Caly Setyawan, pelatih kepala Timnas Panjat Tebing, Selasa (12/12/2017).

Keinginan Timnas Panjat Tebing cukup beralasan. Pada Asian Games 2018 di mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah, Timnas Panjat Tebing ditargetkan meraih dua medali emas dari dari nomor speed baik putra maupun putri.

Manajer Timnas Pajat Tebing, Pristiawan Buntoro menjelaskan, training camp diikuti seluruh atlet timnas panjat tebing nomor speed baik putra maupun putri yang terdiri dari Aspar Jaelolo, Rindi Sufriyanto, Sabri, M Hinayah, Pangeran Sapto, Abudzar Yulianto, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Santi Welyanti dan Fitriyani. Satu atlet tidak mengikuti training camp adalah Dorifatus yang masih pemulihan cidera.

Sementara Ketua Umum PP FPTI, Faisol Riza menyebut, training camp ini bukan sekadar untuk Asian Games, tapi juga untuk mengintip kekuatan lawan di Olimpiade Tokyo 2020. “Rusia itu the dream team, kita bisa belajar banyak dari mereka untuk persiapan Olimpiade,” pungkasnya.

Lihat juga...