Tol Palindra Dorong Logistik Sumsel Berkembang

Lahirnya proyek strategis nasional Tol Transsumatera dari Aceh hingga Lampung memunculkan gairah baru di Sumsel yang sejak lama berkutat pada persoalan akut, yakni kelancaran transportasi antarkabupaten dan provinsi.

Maklum saja, daerah yang merupakan pengekspor karet, sawit, dan batu bara sementara ini pintu gerbang keluar provinsinya berada di Pelabuhan Boom Baru yang lokasinya berada di tengah Kota Palembang.

Jika proyek Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api plus pelabuhan internasional terwujud, Tol Palindra ini akan terkoneksi langsung sehingga memudahkan urusan logistik.

Presiden RI Jokowi dalam peresmian ruas tol tersebut menyatakan sangat mengapresiasi rampungnya pengerjaan Seksi 1 Tol Palindra ini karena tingkat kesulitan yang relatif tinggi mengingat lokasi merupakan kawasan rawa.

Presiden mengungkapkan dirinya sampai datang empat kali ke lokasi untuk melihat langsung bagaimana pengerjaan konstruksinya karena dia mengaku tahu medannya berat.

Ia mengatakan bahwa Tol Palindra yang masuk dalam Tol Transsumatera dari Lampung hingga Aceh ini menggunakan teknologi vakum untuk mengeringkan rawa.

Bukan hanya dari teknologi, pembiayaan juga jauh lebih mahal daripada tol lain, yakni lebih 1,5 kali lipat karena ada pengurukan tanah sedalam 7 meter. Negara mengeluarkan dana sekitar Rp3,4 triliun untuk membangun tol sejauh 7 km ini.

“Dilakukan penyedotan air, saya lihat sendiri. Itulah saya datang sampai empat kali untuk memotivasi yang bekerja,” katanya.

Presiden mengatakan bahwa hadirnya tol ini tidak lain untuk menurunkan biaya logistik sekaligus untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Lihat juga...