TPA Al Amin Kenalkan Musik Islami Sejak Dini

LAMPUNG — Upaya menyiapkan landasan rohani, emosi dan tradisi pada anak berlandaskan nilai Islam dikenalkan oleh Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Amin Dusun Jatisari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, dengan rutin melakukan aktivitas setiap sore sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Menurut Marwiah (56), pengajar di TPA AL Amin, saat ini siswa yang belajar sebanyak 30 siswa, terdiri dari jenjang TK hingga SMP kelas 1 dengan materi pengetahuan keagamaan, khususnya Alquran.

Marwiah, guru ngaji dan pelatih musik qasidah di TPA Al Amin. [Foto: Henk Widi]
Marwiah mengatakan, salah satu metode dalam pendidikan di TPA Al Amin adalah metode Bermain, Cerita dan Menyanyi (BCM), sesuai dengan tingkatan usia anak-anak yang belajar di TPA yang sebagian besar merupakan anak-anak, sehingga keceriaan dan upaya menyenangkan dilakukan untuk menunjang keberhasilan pendidikan, yang kerap dilakukan setiap Senin hingga Sabtu di beranda Masjid Al Amin.

“Materi pokok dalam pendidikan di TPA, di antaranya iqro hingga cara shalat, pemahaman nilai-nilai keagamaan Islam yang harus dipahami oleh anak-anak, namun kita juga melatih anak-anak untuk mengenal lagu-lagu bernafaskan Islam dengan alat musik rebana atau qasidah, setelah pelajaran pokok selesai,” terang Marwiah, saat ditemui Cendana News di sela melatih muridnya berlatih musik Qasidah, Kamis (14/12/2017) sore.

Menggunakan metode bermain, cerita dan menyanyi, Marwiah menyebut para siswa TPA yang sehari-hari sudah mengikuti pelajaran di sekolah masing-masing, membuat kreativitas dalam mengajar salah satunya melatih musik rebana atau qasidah di antaranya rebana, tamborin.

Saat ini di TPA Al Amin memiliki 11 rebana ukuran kecil dan ukuran sedang serta 2 buah tamborin dan sebagian akan ditambah.

Sebelum berlatih menyanyikan lagu-lagu Islami, Marwiah menyebut anak-anak didiknya dikenalkan fungsi alat-alat musik qasidah dan cara memainkannya, sekaligus mengetahui fungsi musik qasidah.

Anak-anak dilatih membawakan lagu-lagu dengan beberapa tema di antaranya gembira, semangat, lagu pujian serta berbagai jenis lagu yang memiliki fungsi dalam membentuk emosi anak-anak didik dan membentuk kepekaan.

Maraknya lagu-lagu modern dengan syair yang belum tepat untuk anak-anak, diakui Marwiah juga menjadi alasan musik qasidah terus dilatihkan kepada siswa TPA Al Amin.

Berlatih musik qasidah dengan nyanyian, kata Marwiah, juga melatih anak-anak untuk menggerakkan tubuh karena setiap lagu yang dimainkan mengikuti ketukan atau ritme yang berfungsi melatih sisi motoris setiap anak.

Setiap siswa disebutnya mendapat kesempatan memainkan semua jenis alat musik qasidah bergantian sekaligus menyanyikan lagu-lagu yang sudah disiapkan. “Latihan kita lakukan setengah jam setelah pelajaran di TPA sembari menunggu waktu pulang dengan puluhan lagu dilatih secara bertahap dan akan ditampilkan dalam pengajian ibu-ibu atau saat ada perayaan keagamaan Islam,” terang Marwiah.

Indira, salah satu siswa TPA yang duduk di bangku kelas 3 SD, mengaku senang mengikuti kegiatan di TPA Al Amin. Selain banyak belajar tentang nilai-nilai Islami dan kreativitas, ia bisa bersosialisasi dengan rekan-rekan sebaya setiap sore sekaligus berlatih musik qasidah yang awalnya tidak bisa dimainkannya.

Beberapa lagu yang sudah dilatih berupa Jilbab Putih, Bismilah, Pintu Surga serta lagu-lagu lain yang bernafaskan nilai-nilai Islami. Indira bersama kawan-kawan sesama siswa TPA juga mulai menciptakan syair lagu anak-anak berisi nilai keagamaan, menyesuaikan ketukan musik qasidah yang dimainkan.

Lihat juga...