Umat Katolik di Lamsel Pusatkan Perayaan Malam Natal di St.Yohanes de Brito

LAMPUNG — Ratusan umat Katolik di Kecamatan Palas, Penengahan, Kalianda merayakan malam Natal 2017 di gereja Santo Yohanes de Brito Desa Sukabakti Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

Bambang, ketua stasi Yohanes de Brito menyebut, total umat yang merayakan malam Natal berjumlah sekitar 300 umat berasal dari tiga kecamatan akibat keterbatasan pelayan Ekaristi atau Misa Kudus.

Perayaan malam Natal sengaja digelar di gereja Yohanes de Brito yang berada di tengah beberapa kecamatan sehingga umat bisa merayakan Natal secara bersama meskipun harus menyiapkan tenda dan kursi tambahan. Ia bahkan menyebut area dalam gereja hanya mampu menampung sekitar 80 umat sementara ratusan umat lain ikut merayakan malam Natal di luar gereja.

“Perayaan Natal selalu dilakukan bergiliran di beberapa gereja setiap tahun. Hal tersebut agar umat bisa saling bertemu dari beberapa wilayah disamping keterbatasan pastor dan tempat ibadah yang kita miliki,” ungkap Bambang selaku ketua stasi Yohanes de Brito Desa Sukabakti Kecamatan Palas saat mendampingi anggota Polsek Palas melakukan pemeriksaan untuk pengamanan gereja, Minggu malam (24/12/2017).

Bambang menyebut perayaan malam Natal pada tahun ini dirayakan dengan cukup sederhana dalam keterbatasan sesuai dengan peringatan Natal yang merupakan perayaan kelahiran Yesus Kristus yang menjadi Juru Selamat umat Kristiani. Perayaan malam Natal disebutnya akan dilanjutkan dengan perayaan hari raya Natal yang akan digelar pada Senin (25/12) di gereja Santo Petrus dan Paulus Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan.

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Palas, Aipda Suryadi menyebutkan, sebanyak enam anggota Polsek Palas dibantu oleh personel Satpol PP Kecamatan Palas melakukan proses sterilisasi dan pengamanan di area dalam dan luar gereja selama proses ibadah berlangsung.

Ia memastikan pemeriksaan di dalam dan luar gereja khususnya keamanan telah dilakukan agar umat Katolik bisa nyaman dan khusuk selama menjalankan ibadah malam Natal.

“Seperti tahun sebelumnya perayaan malam Natal selalu dijaga ketat oleh aparat keamanan dari Polsek sejak sebelum pelaksanaan perayaan hingga proses pelaksanaan Natal,” terang Aipda Suryadi.

Pelaksanaan malam Natal yang dipimpin oleh pastor paroki unit Pastoral Bakauheni, Bernardus Hariyanto Silaban, Pr diawali dengan prosesi perarakan dari ruang sakristi menuju ke area altar untuk perayaan Ekaristi malam Natal. Ibadah Ekaristi malam Natal yang diawali dengan ibadah sabda, homili pembacaan surat gembala diikuti oleh umat Katolik yang hadir dengan penuh khidmat.

Pastor Bernardinus Hariyanto Silaban, Pr yang membacakan Surat Gembala atau pesan Natal dari Konferensi Wali Gereja Indonesia menyebut perayaan Natal 2017 dengan tema yang ditetapkan oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) mengambil tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu” mengambil dari Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Kolose 3:15.

“Perayaan malam Natal harus dimaknai sebagai perayaan kehadiran damai sejahtera yang hadir di hati manusiia khususnya umat Kristiani dan harus diejahwantahkan dalam kehidupan sebagai bangsa Indonesia,” ungkap Pastor Bernardinus Hariyanto Silaban,Pr.

Sebagian umat merayakan Natal di luar gereja akibat keterbatasan ruang dalam gereja [Foto:Henk Widi]
Kehadiran Yesus Kristus disebut dalam surat gembala tersebut mengimbau kepada umat Katolik untuk menghindari fanatisme sempit yang membuat damai sejahtera sulit terwujud dalam gereja dan masyarakat umum berbangsa dan bernegara.

Selain itu umat Katolik juga diajak untuk menciptakan persatuan keadilan dan damai sejahtera sesuai pembukaan UUD 1945 sesuai dengan pesan gembala untuk mencapai damai sejahtera. Umat Kristiani juga diajak untuk membiarkan damai Kristus yang telah ikut mempersatukan umat Kristiani dari berbagai wilayah termasuk yang ada di wilayah Lampung Selatan.

Lihat juga...